Warga Jatireja Tuntut Kontribusi PT NT Indonesia

DEMO: Puluhan warga Desa Jatireja Kecamatan Timur Kabupaten Bekasi menggelar aksi damai di depan gerbang PT NT Indonesia. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, CIKARANG TIMUR – Puluhan warga Desa Jatireja Kecamatan Timur Kabupaten Bekasi menggelar aksi damai di depan gerbang PT NT Indonesia. Kedatangan warga menuntut perusahaan tersebut agar berkontribusi kepada masyarakat sekitar.

Koordinator warga Desa Jatireja Jajang Nurjaya mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali berupaya melayangkan surat kepada PT NT Indonesia namun tidak ditanggapi oleh manajemen perusahaan.


”Jadinya kita lakukan aksi ini, agar mendapat perhatian dari perusahaan. Dan mereka memikirkan potensi warga,” ujarnya.

Menurutnya, selama berdirinya PT NT Indonesia tidak pernah memberikan kontribusi kepada masyarakat Desa Jatireja. Padahal, kontribusi perusahaan kepada masyarakat sekitarnya sudah diatur dengan peraturan daerah.


Hal itu sebagaimana tertuang dalam PERDA nomor 6 Tahun 2015 Tentang Tanggung jawab Sosial Dan lingkungan Perusahaan Diketahui, Pada Pasal 7 (1) Ruang lingkup Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan meliputi program dan bidang kerja, dan lembaga.

Kemudian mekanisme dan prosedur penyelenggaraan, bantuan pembiayaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan kompensasi pemulihan dan peningkatan fungsi lingkungan hidup, fasilitas tanggung jawab sosial perusahaan, pelaporan, termasuk peran serta masyarakat.

”Warga masyarakat tidak pernah merasakan kontribusi yang ada, kalau tuntutan  yang pertama kita menggali potensi. Kan sudah jelas diatur dalam PERDA, masyarakat sekitar berhak mendapatkan kesejahteraan atas dampak berdirinya perusahaan,” ungkapnya.

 Dalam aksi warga Desa Jatireja, manajemen PT NT Indonesia tidak hadir menemui warga, hanya diwakili oleh manajemen kawasan industri Jababeka. Corporate Service Jababeka Albert Mulyono mengatakan, aksi seperti ini sebenarnya wajar dan sering terjadi di semua kawasan industri di Indonesia.

”Apalagi masa pandemi istilahnya banyak yang mengeluh pekerjaan, biaya. Tetapi tetap ada audiensi dan mediasi kita fasilitasi saya kira itu saja. Saya minta perusahaan untuk kooperatif,” kata Corporate Service Jababeka Albert Mulyono.

Sementara pihak PT NT Indonesia belum memberikan tanggapan atas aksi warga Jatireja tersebut. Hal ini membuat warga kecewa dan mengancam akan melakukan aksi besar-besar dan melaporkan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi. (and/pms)