Bekasi

KPAD Awasi Tempat Ibadah

BEKASI SELATAN – Kota Bekasi masih berusaha mencapai penghargaan tertinggi Kota Layak Anak (KLA), salah satunya melalui Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 tahun 2017 tentang kota layak anak dan pembentukan tim gugus tugas KLA. Menjelang akhir tahun, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mencatat ada 122 kasus kekerasan terhadap anak, semuanya dilaporkan oleh masyarakat Kota Bekasi.

Keberanian masyarakat untuk melaporkan kasus anak yang terjadi di lingkungannya diapresiasi oleh KPAD Kota Bekasi. Disamping itu, ada program andalan yang tengah di laksanakan, diantaranya adalah sekolah dan rumah layak anak.

Program ini muncul lantaran lima tahun terkahir, kekerasan terhadap anak terjadi di dua tempat tersebut. Kasus terakhir yang diterima oleh KPAD Kota Bekasi, kuat dugaan kekerasan dilakukan di tempat ibadah.

“Mudah-mudahan di tahun depan kita diberikan kepercayaan untuk memperkuat itu di tempat ibadah layak anak,” terang Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan, Rabu (22/12).

Sekolah, rumah, tempat ibadah, dan fasilitas umum layak anak dinilai akan mempersempit pergerakan predator anak. Ia juga membeberkan dua tahun terkahir Kota Bekasi berhasil mempertahankan pernghargaan Ninda pada KLA, penghargaan tertinggi yang diterima oleh Kota dan Kabupaten di Provinsi Jawa Barat bersama dua kota lainnya.

Aris juga membeberkan beberapa kriteria penilaian KLA, diantaranya organisasi atau lembaga yang dibentuk pemerintah maupun masyarakat dalam rangka memberikan perlindungan anak, kemudian peran serta media untuk memberitakan dan mendorong masyarakat berani kekerasan yang dialami oleh anak.

Selanjutnya, program perlindungan anak dari para pelaku usaha, produk hukum di daerah, keberpihakan tata ruang bagi anak, serta administrasi.”Alhamdulillah di kita kan pemerintah visinya inovatif dan kreatif, sehingga berhubungan dengan itu, dan Alhamdulillah tidak ada hambatan,” tambahnya.

Ia mengaku miris mendengar aduan masyarakat terkait dengan kekerasan seksual yang masih terjadi di Kota Bekasi. Trauma healing dan konseling menjadi salah satu cara memberikan kekuatan kepada anak korban kekerasan untuk menjamin tumbuh kembangnya. (Sur)

 

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button