Berita Bekasi Nomor Satu

Wisata Industri Kabupaten Bekasi Dinilai Minim Efek Domino

ILUSTRASI: Pelajar mengikuti wisata industri di Cikarang Timur, beberapa waktu lalu. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi menilai pengembangan wisata industri belum memberi efek domino maksimal bagi perekonomian daerah. Meski tidak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara langsung, sektor ini dinilai seharusnya mampu menggerakkan bisnis perhotelan, rumah makan, hingga UMKM.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, mengatakan wisata industri memang bukan sumber penerimaan daerah secara langsung. Namun, wisata industri semestinya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada sektor usaha lainnya.

“Wisata industri itu tidak terkait langsung dengan pendapatan (PAD). Tapi kan akan terkait dengan jumlah kunjungan yang ke Bekasi. Hunian-hunian hotel harusnya, rumah makan, atau destinasi yang lain,” ujar Ani saat dikonfirmasi, Minggu (5/7).

Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar wisata industri karena menjadi salahsatu kawasan industri terbesar di Indonesia. Sayangnya, peluang tersebut belum diikuti pengembangan destinasi pendukung yang mampu membuat wisatawan bertahan lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah.

Ani menilai hingga kini identitas wisata kuliner khas Bekasi maupun destinasi penunjang lainnya belum tergarap maksimal. Akibatnya, efek domino ekonomi dari kunjungan wisata industri belum banyak dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM.

“Cuma dukungan destinasi kulinernya aja, misalnya khas Bekasinya aja belum kelihatan kan. Jadi butuh dukungan (pemerintah),” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Pemerintah daerah perlu membuka peluang pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun bantuan dari pemerintah pusat agar potensi wisata dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang lebih luas. (ris)