Beli Minyak Goreng Bawa Surat Pengantar

MINYAK GORENG MURAH: Petugas desa melayani warga membeli minyak goreng murah saat Operasi Pasar Murah (OPM) di Kantor Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Senin (17/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BABELAN – Warga Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi harus membawa surat pengantar RT/RW untuk bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga murah dari pasaran.

Surat tersebut sebagai syarat membeli minyak goreng seharga Rp14 ribu per liter dalam Operasi Pasar Murah yang digelar oleh pemerintah di Kantor Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Senin (17/1).


Rini (27), salah satu warga harus rela mengantre setelah mendapatkan rekomendasi RT/RW tempat tinggalnya. Selain surat pengantar, dirinya harus membawa KTP dan kartu keluarga.

“Ya jadi sehari sebelumnya itu diumumin sama RT katanya bakal ada pasar murah. Tapi kudu daftar dulu sama bikin surat ke RT/RW, ya udah gimana lagi. Orang udah beberapa minggu ini harga minyak ampun banget dah,” ucap Rini, kemarin.


Persyaratan itu tentunya merepotkan dan tidak praktis karena setiap warga harus mengurus administrasi kependudukan lebih dahulu demi bisa membeli minyak murah.

Belum lagi setelah mendapatkan surat sakti, warga pun harus kembali mengantre di lokasi pasar murah. Setelah menyetorkan surat keterangan RT/RW, warga lantas menunggu panggilan.

Setelah namanya dipanggil, warga dipersilakan membeli minyak goreng. Pembelian minyak goreng dibatasi satu orang per botol dengan ukuran satu liter.

Kendati cukup berbelit dan penuh keterbatasan, syarat itu tetap dipenuhi oleh warga yang cukup gerah karena harga minyak di pasaran tak kunjung murah.

Rini mengaku kerap kesulitan sejak harga minyak goreng naik. Dia bahkan harus bolak-balik ke minimarket, kemudian pasar tradisional demi mendapatkan minyak yang lebih murah. Walaupun hanya selisih Rp1.000-Rp2.000, tapi bagi Rini cukup berarti di tengah pandemi yang mendistorsi ekonomi.

“Ya bagaimana lagi. Ya syukur ada minyak murah ini. Tapi pengennya pemerintah balikin lagi harga minyak kayak dulu. Kalau tinggi gini harganya terus kita kudu desek-desekan biar dapat minyak murah ya berarti balik lagi ke zaman dulu dong,” ucap dia.

Pasar murah merupakan upaya pemerintah mengendalikan harga di pasaran. Kali ini pasar murah hanya menjual minyak goreng yang harganya tengah melambung tinggi. Minyak goreng dengan merk kurang terkenal ini dijual murah demi memenuhi kebutuhan warga.

Camat Babelan Khoirudin menuturkan, sebanyak 7.200 liter yang dialokasikan minyak goreng subsidi. Dimana harga pasaran minyak goreng saat ini sebesar Rp22.000 per liter.

“Harga minyak goreng saat ini memang sedang tinggi. Adanya subsidi minyak goreng yang dialokasikan kepada warga menjadi Rp14.000 per liter,” ucapnya.

Untuk menghindari adanya pengepulan atau dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, pihaknya mewajibkan persyaratan bagi masyarakat yang ingin membeli minyak goreng bersubsidi.

“Tidak boleh dijual kembali, setiap warga yang ingin membeli harus memperlihatkan KK dan KTP. Jadi setiap orang dibatasi hanya satu-dua liter saja,” ucapnya.

Adapun 7.200 liter minyak goreng yang dialokasikan oleh Pemprov Jabar melalui Pemkab Bekasi ini, disebar ke sembilan desa/kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Babelan.

“Semuanya tidak hanya di kantor kecamatan Babelan saja. Melainkan dibagi ke sembilan. Jadi setiap desa/kelurahan mendapat 720 liter,” jelasnya. (and)