Perbaikan Rumah akibat Longsor, Terkendala Tanggul

ANGKAT PAKAIAN: Warga mengangkat pakaian dari jemuran saat banjir, akibat curah hujan deras dan luapan Sungai Citarum, di Desa Lenggahjaya, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Belum diperbaikinya tanggul Sungai Citarum yang jebol, berdampak terhadap perbaikan tiga rumah warga yang hancur akibat longsoran tanah tanggul, di Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

Padahal, sudah ada rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, untuk memperbaiki rumah yang rusak tersebut, melalui program bantuan darurat bencana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi.


“Kami sudah mengecek kondisi di lapangan, ada tiga rumah yang perlu diperbaiki akibat longsor. Berdasarkan rapat koordinasi, kami sudah berkomunikasi dengan Baznas yang juga siap membantu. Namun kami, masih menunggu perbaikan tanggul lebih dulu,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, Rabu (19/1).

Hal senada diungkapkan Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Abdul Aziz. Menurut dia, pihaknya siap membantu untuk memperbaiki tiga rumah yang hancur akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum.


“Memang benar, kami siap membantu memperbaiki tiga rumah tersebut. Tapi, perbaiki dulu tanggulnya. Jangan sampai rumahnya sudah diperbaiki, tanggulnya malah tidak. Kalau longsor lagi, rumahnya juga akan kembali rusak, dan mubazir,” terang Aziz.

Pihaknya berharap, agar perbaikan tanggul didahulukan.

“Pemilik rumah juga tidak akan merasa nyaman, meski rumahnya sudah diperbaiki. Sudah pasti was-was, karena tanggulnya belum diperbaiki,” ucapnya.

Lanjut Aziz, pihaknya maupun warga setempat, hanya ingin memastikan kapan tanggul itu diperbaiki. Jika waktunya sudah dipastikan, pihaknya dapat mengupayakan berbagai opsi lain, untuk membantu warga yang rumahnya rusak.

Salah satu opsinya, yakni dengan memfasilitasi rumah kontrakan untuk sementara.

“Jadi, kalau sudah ada kepastian, maka kami bisa fasilitasi rumah kontrakan dulu. Sambil menunggu tanggulnya dibenerin, setelah itu, baru rumahnya dibenarin sampai bagus,” janji Aziz.

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Bastari memastikan, perbaikan tanggul yang rusak sepanjang 200 meter itu, akan dilakukan. Namun, pihaknya masih harus menunggu debit air sungai surut. Kemudian, perbaikan pun tidak bisa dilakukan secara permanen, melainkan sementara, dengan fokus pada penguatan tanggul.

“Kalau airnya masih tinggi, itu belum bisa diperbaiki. Makanya kami menunggu airnya surut dulu, agar perbaikannya maksimal. Saya sendiri menargetkan perbaikan itu dua minggu selesai. Namun, perbaikannya memang masih bersifat penguatan,” ujar Bastari.

Kendati tidak diperbaiki permanen, Bastari meyakini, perbaikan yang dilakukan mampu mencegah tanggul kembali longsor atau bahkan jebol. Perbaikan sementara ini, dilakukan dengan memasang fondasi batu yang lebih kuat.

“Perbaikan sementara ini, sudah berdasarkan kajian di lapangan. Sifatnya penguatan. Dan karena kondisi di hilir, potensi banjir selalu ada, namun kami tetap berusaha untuk meminimalisir, agar tidak terjadi lagi,” tandasnya.

Selain itu, longsor dengan skala kecil, terjadi juga pada tanggul Sungai Citarum, di Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, Selasa (18/1) petang. Akan tetapi, tidak ada korban jiwa, atau rumah yang tertimbun, namun longsoran tanah sempat menutup akses jalan. (and)