Tuti Pimpin PHRI Kabupaten Bekasi

BERI SAMBUTAN: Tuti Nurcholifah Yasin, memberi sambutan usai terpilih sebagai Ketua BPC PHRI Kabupaten Bekasi, Rabu (19/1). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Setelah dipercaya menahkodai Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bekasi, Tuti Nurcholifah Yasin, bertekad untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor hotel dan restoran, di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Wanita yang juga sebagai Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini mengungkapkan, akan melakukan pembinaan terlebih dahulu, mengingat selama pandemi Covid-19, bisnis hotel dan restoran, seperti mati suri. Oleh karena itu, harus dibangkitkan kembali.


Dalam waktu dekat ini, dirinya akan mengajak terlebih dulu pengelola hotel dan restoran di Kabupaten Bekasi, menjadi anggota di PHRI.

“Saya akan mengajak dulu pengelola hotel dan restoran, untuk berhimpun di PHRI, kemudian, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) maupun DPRD, bersama-sama membangkitkan pariwisata di Kabupaten Bekasi,” tuturnya usai ditetapkan sebagai Ketua PHRI Kabupaten Bekasi, Rabu (19/1).


Kata dia, saat ini jumlah hotel dan restoran yang tergabung di PHRI, ada 22, namun dirinya berharap, seluruh hotel yang ada di Kabupaten Bekasi, bisa berhimpun, agar lebih mudah aksesnya.

Menurut Tuti, untuk menaikkan okupansi di tengah pandemi ini, pemerintah harus mensupport PHRI dalam mencari solusi. Tentunya, solusi itu harus dipikirkan secara bersama-sama.

Adapun dukungan dari pemerintah, kata dia, bisa dengan cara mewajibkan jika ada agenda rapat ke hotel dan restoran, di Kabupaten Bekasi. Jangan malah ke luar daerah.

“Setiap kunjungan, kerja baik dari luar daerah, itu sebetulnya bisa mewajibkan ke hotel-hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Bekasi. Jangan sampai kalau ada agenda rapat, malahan keluar daerah yang jelas-jelas tidak meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi,” saran Tuti.

Ia berharap, pengembangan wisata jangan hanya sebatas wacana. Saat ini, Kabupaten Bekasi ada pariwisata industri, dan itu jangan hanya sekadar wacana saja, tapi harus dijalankan.

Bagaimana caranya, baik dari stakeholder maupun Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan PHRI, bersama-sama menggarap ini semua.

“Mudah-mudahan ini semua bisa berjalan, dan bekerjasama dengan baik harapan Tuti. (pra)