Pondok Pesantren Harus Bersih

ILUSTRASI: Sejumlah santri melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Pondok Pesantren Al-Hidayah Jatisari Kota Bekasi, belum lama ini. Pondok pesantren di Kota Bekasi dipastikan harus dalam keadaan bersih. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pondok pesantren di Kota Bekasi dipastikan harus dalam keadaan bersih. Dengan demikian aman bagi santri saat kembali memulai kegiatan belajar setelah libur Lebaran yang masih dalam situasi pandemi Covid-19.


Para santri diketahui akan kembali mulai mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa pada 14 – 15 Mei 2022.

Kepala Seksi Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kota Bekasi Hasbiallah mengatakan, kedatangan santri harus disambut oleh pondok pesantren dengan keadaan bersih dan aman.


“Tentu kami imbau agar ponpes bisa mempersiapkan lingkungan yang aman dan bersih, agar kegiatan santri bisa dilakukan dengan aman,” ujarnya kepada Radar Bekasi Selasa (10/5).

Menurutnya, pondok pesantren akan lebih paham dan mengerti bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. “Saya kira ponpes akan lebih paham, tapi sudah kewajiban kami untuk mengingatkan kembali,” ucapnya.

Kantor Kemenag juga mengimbau kepada pondok pesantren agar dapat mengecek kesehatan santri secara berkala. Sehingga santri dipastikan dalam kondisi sehat saat kembali belajar.

“Ketika santri sudah tiba, baiknya memang kesehatan santri harus ditanyakan. Karena kita masih dalam proses pembelajaran di masa transisi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Nurul Ummah Ismail Anwar mengungkapkan, kebersihan merupakan salah satu standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan di pondok pesantren nya.

“Kebersihan adalah SOP pertama yang kami terapkan, jadi sudah dipastikan ketika santri datang keadaan pondok pesantren aman dan bersih,” jelasnya.

Dengan keadaan lingkungan pondok pesantren yang aman dan bersih, ujar dia, kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

“Kalau sudah aman dan bersih kegiatan belajar di ponpes juga bisa dilakukan dengan lebih baik,” ucapnya.

Terkait kesehatan santri pascalibur Lebaran, kata dia, pondok pesantren sudah memiliki puskesmas terdekat. Sehingga jika santri mengalami sakit dapat langsung ditangani oleh tenaga kesehatan terdekat.

“Di lingkungan ponpes kami ada puskesmas, kebetulan pengurusnya adalah keluarga dari pondok pesantren juga. Jadi sudah aman lah, kalau ada santri sakit pascalebaran,” pungkasnya. (dew)