Plt Bupati Yakin dapat Selesaikan Kekosongan Jabatan

iLLUSTRASI : Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, menyampaikan pendapat saat mengikuti Rakor Evaluasi Tahunan Satgas Citarum Harum, di Aula Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. DOK.HUMAS/RADAR BEKASI

Diakhir masa jabatan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, masih meyakini dapat menyelesaikan banyaknya kekosongan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

“Dalam waktu dekat ini, masa jabatan saya akan berakhir. Namun masih ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan, salah satunya adalah untuk mengisi kekosongan jabatan struktural,” kata Marjuki saat memimpin apel, di Lapangan Pemkab Bekasi, belum lama ini.


Marjuki juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir pada kegiatan apel tersebut, tetap semangat dan berjuang untuk menyelesaikan program-program yang sudah direncanakan.

“Saya menghimbau kepada seluruh ASN, khususnya para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar terus bekerja untuk masyarakat,” harapnya.


Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini menyampaikan, permasalahan kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Bekasi, memang menjadi perhatian, bahkan jadi perbincangan di kalangan elit Kabupaten Bekasi.

Menurut politisi PKS ini, belum terisinya kekosongan jabatan pada kepemimpinan Marjuki, tidak bisa sepenuhnya menyalahkan beliau.

”Terkait belum terisinya kekosongan jabatan, tidak bisa sepenuhnya salah Pak Marjuki. Karena memang waktunya sebentar, kemudian kewenangan Plt Bupati Bekasi ini kan terbatas, tidak seperti bupati definitif,” beber Ani.

Ani berpendapat, dengan adanya rencana Penjabat Pj) bupati yang akan mengisi kekosongan kepala daerah, alangkah baiknya Pj dan Plt bupati duduk bersama berdiskusi, untuk kepentingan Kabupaten Bekasi

“Jadi perlu berdiskusi atau musyawarah antara Pj dan Plt bupati. Dalam hal ini jangan melihat kepentingan politik, melainkan untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha menambahkan, meskipun dirinya seorang politisi, ia lebih memikirkan kepentingan Kabupaten Bekasi daripada golongan.

“Saya pribadi atau atas lembaga DPRD Kabupaten Bekasi, mengajak seluruh elit untuk bersama membangun kepentingan orang banyak. Sehingga pentingnya duduk bersama antara Pj dan Plt bupati, untuk meneruskan estafet program kerja yang sudah diperdakan melalui APBD,” terang Aria.

Lanjut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi ini, tidak ingin membahas siapapun yang diamanahkan sebagai Pj bupati di Kabupaten Bekasi.

“Mari tumbuhkan jiwa ke negarawan untuk masyarakat. Sebab, esensi politik ini adalah untuk kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu, sebagai politisi, kami khususnya dari Partai Gerindra, mencoba untuk menginisiasi merajut kondusifitas di tahun politik yang akan datang,” tandasnya. (and)