Girder Kereta Cepat “Nyium” Jembatan Curug di Pondokgede

Tangkapan layar video viral girder kereta cepat Jakarta-Bandung "nyium" Jembatan Curug di Pondokgede, Selasa (14/6).

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Girder Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung “nyium” Jembatan Curug Raya, Pondokgede, Kota Bekasi karena pemasangan yang terlalu rendah.


Sejumlah kendaraan roda empat tak dapat melintasi jembatan tersebut. Para pengendara motor dan pejalan kaki pun nyaris harus menundukkan kepala mereka.

Video kondisi girder kereta cepat Jakarta-Bandung yang “nyium” Jembatan Curug Raya di Pondokgede itu pun viral di jejaring medsos.


Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, mengatakan, di sekitar jembatan sedang dilakukan pekerjaan menaikkan girder proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Jadi itu pekerjaan dari KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) kalau erection (naikin girder) clearence-nya (ruang langit-langit) tinggginya gak bisa dilewatin,” kata Idi kepada wartawan, Selasa (14/6)

Pihaknya lanjut Idi, sempat meminta pelaksanaan proyek agar dibuatkan terlebih dahulu jembatan baru sebelum memulai pekerjaan.

Namun, pihak pelaksanaan proyek memilih untuk tetap melakukan pekerjaan sambil pembangunan jembatan baru dilakukan.

“Tapi karena schedule (jadwal) KCIC ketat jadi dikerjakan secara paralel jadi jembatan baru selesai diakhir Juli (2022) tapi dia udah mulai pasang dulu di situ,” jelas dia.

Jembatan baru nantinya akan mengantikan jembatan lama, tinggi jembatan baru disesuaikan dengan girder kereta cepat agar dapat dilintasi dengan mudah.

“Kalau jembatan baru mah aman dibuatkan agar bisa dilewati karena kalau jembatan yang lama memang sudah tidak bisa dilewati kalau sudah ada KCIC nanti jembatan lama dibongkar atau diportal lah,” jelas dia.

Posisi jembatan baru berada di sebelah jembatan lama, pengendara selama proses ini tetap dapat melintas.

KCIC sempat melakukan percobaan kendaraan yang dapat melintas di jembatan selama pekerjaan berlangsung.

Hanya kendaraan roda empat beratap rendah yang bisa melaju, sedangkan kendaraan roda dua masih memungkinkan melintas.

“Sementara itu (jembatan lama) bisa dilalui kendaraan kecil tapi nanti jembatan itu ditutup kalau jembatan barunya sudah jadi,” terangnya.

Jembatan baru diproyeksikan rampung akhir Juli 2022, kurang lebih satu setengah bulan dari sekarang lalu lintas di Jembatan Curug Raya mengalami hambatan.

“Dari pada ditutup total itu masih bisa dibuat akses sementara buat motor kendaraan kecil sampai sekitar 1 bulan setengah lah sampai akhir Juli, nanti Agustus sudah normal pakai jembatan baru,” tegasnya. (pay)