Desak Segera Batasi Jam Operasional Truk

Desak Segera Batasi Jam Operasional Truk

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peristiwa kecelakaan truk maut di Jalan Raya Sultan Agung, Bekasi Barat yang menelan banyak korban jiwa mendorong untuk segera diberlakukannya pembatasan jam operasional truk.

Terlebih belum lama ini peristiwa serupa juga terjadi di Kranggan, Jalan Raya Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kota Bekasi.


Dua peristiwa maut ini sontak menjadi perhatian banyak kalangan. Salah satunya mendapat sorotan dari DPRD Kota Bekasi.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary mengungkapkan, perlunya kebijakan antisipatif mengatasi terulangnya kejadian serupa di Kota Bekasi.


Legislator dari Fraksi PKS ini mengusulkan perlunya pembatasan jam operasional bagi kendaraan truk dengan muatan tonase besar yang melintasi jalan protokol dan pusat Kota Bekasi.

“Pembatasan jam operasional, misalnya khusus kendaraan-kendaraan dengan muatan tonase besar, itu boleh melintas jalan protokol atau dalam kota malam pukul 23.00 hingga 04.00 dini hari,” ungkapnya.

Penindakan terhadap pelanggarnya, kata dia juga harus dilakukan dengan sanksi tegas. “Ini untuk keselamatan masyarakat, untuk kepentingan publik,” tegasnya.

Sementara Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kemarin juga mendatangi lokasi Kejadian Kecelakaan Truk di Jalan Sultan Agung, tepatnya berada di SDN II dan III Kota Baru Kecamatan Bekasi Barat.

Tri Adhianto menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menewaskan dan melukai beberapa korban termasuk para siswa sekolah dasar.

“Ucapan duka cita mendalam bagi para korban. Petugas langsung secara cepat mengevakuasi korban untuk dibawa ke RSUD CAM dan RS Ananda” ucap Tri.

Tri memastikan melakukan percepatan penanganan bagi korban kecelakaan yang mengalami luka-luka serta meminta data-data siswa yang menjadi korban kepada pihak sekolah.

Adanya desakan pembatasan jam operasional truk, sebelumnya,Tri mengaku pernah bersurat kepada BPTJ terkait dengan pembatasan jam operasional kendaraan besar.

“Kami sudah bersurat sejak 16 Agustus, karna ada beberapa jalan statusnya adalah jalan nasional,” tutupnya.(rbs/one)