Wanita Keterbelakangan Mental Korban Tabrak Lari

TABUR BUNGA: Salah seorang keluarga menaburkan bunga di makam korban tabrak lari, Sanimah, di Desa Sukadaya, Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/10). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nasib naas menimpa seorang perempuan yang menjadi korban tabrak lari, Sanimah (28), di Jalan Kampung Pengarengan, Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Minggu lalu (23/10).

Korban yang memiliki keterbelakangan mental itu, menghembuskan napas terakhir usai menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, karena gumpalan darah di bagian kepala, Kamis (27/10).


Aksi tabrak lari ini berhasil terekam CCTV, yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dalam video yang berdurasi 52 detik itu, terlihat korban yang memakai baju muslim berwarna orange dan kerudung merah, menyeberang jalan sambil berlari.

Kemudian, dari arah sebelah kanan pengendara sepeda motor Scoopy dengan kecepatan tinggi, langsung menabrak korban hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.


Usai menabrak korban, pelaku yang memakai peci hitam dengan setelan kemeja dan celana levis tersebut, masuk ke dalam gerbang klinik yang berada dilokasi. Pelaku melihat situasi dengan menoleh ke kiri dan kanan, lalu pengendara lain yang sedang melintas di lokasi kejadian berhenti, dan warga baru langsung berhamburan menghampiri korban untuk menolongnya.

Sementara pelaku yang membonceng seorang anak, keluar dari gerbang klinik, ketika situasi sudah banyak warga. Pelaku sempat turun saat korban diangkat oleh warga untuk dilakukan pemeriksaan ke klinik, yang memang berada di lokasi. Sebelum pergi, pelaku sempat ngobrol dengan warga yang berada dilokasi.

“Pelaku itu mengatakan, anak tersebut kaget karena klakson motornya, dan jatuh sendiri. Tapi kami sebagai keluarga, nggak tahu kalau korban keserempet (ketabrak) saat itu. Mangkanya pelaku langsung pergi,” ujar sepupu korban, Fitri (35), usai pemakaman, Kamis (27/10).

Dirinya mengetahui bahwa korban ditabrak, dua hari setelah kejadian, saat melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian.

“Dua hari kemudian, saya ingat bahwa di lokasi kejadian ada CCTV. Dari rekaman CCTV tersebut, ternyata benar korban itu bukan jatuh, tapi ketabrak,” ucapnya.

Usai ditabrak, korban sempat mengalami koma atau tidak sadarkan diri selama dua hari, sebelum dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi oleh keluarga, guna mendapatkan penanganan medis secara intensif, hingga akhirnya meninggal dunia, Kamis (27/10).

“Setelah kejadian, korban masih sempat sadar sebentar, habis itu langsung koma sampai dua hari. Lalu, di rumah sakit dioperasi karena ada gumpalan darah di kepalanya. Mungkin takdir bilang lain, korban menghembuskan napas terakhirnya,” beber Fitri.

Ia menjelaskan, saat itu korban hendak pulang ke rumah usai mengaji. Namun saat akan menyebrang, korban ditabrak dari belakang oleh pengendara sepeda motor.

“Korban itu baru pulang ngaji, nyebrang langsung ditabrak dari belakang oleh motor yang membonceng anak kecil, kejadiannya sore,” tuturnya.

Saat ini pihak keluarga korban berharap, pengendara sepeda motor yang telah menabrak, bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, atas musibah yang menyebabkan Sanimah meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya.

“Kami nggak terima, kenapa orang yang nabrak tidak mengakui, malahan bilangnya korban jatuh, karena kaget oleh klakson. Kami ingin pelaku bertanggungjawab,” desak Fitri.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Sukadaya, Sartija Arizona menuturkan, sampai saat ini pelaku tabrak lari belum jelas, karena masih menduga-duga berdasarkan rekaman di CCTV. Dalam hal ini dirinya meminta, agar pihak keluarga bisa menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk menangkap pelakunya.

“Intinya, keluarga harus menyerahkan ke pihak kepolisian untuk menangkap pelaku,” imbuh Sartija.

Usai pemakaman jenazah korban, pihak keluarga langsung membuat laporan ke pihak kepolisian. Namun sayangnya, pihak kepolisian enggan memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut. (pra)