Tempuh Puluhan Kilometer demi Kuliah

Nabila Putri Jayanti

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebagian mahasiswa yang tempat tinggalnya jauh dari kampus biasanya memilih ngekos karena lebih hemat tenaga. Namun berbeda bagi Nabila Putri Jayanti. Gadis yang akrab disapa Nabila ini lebih memilih pulang pergi kuliah dengan mengendarai sepeda motor maupun transportasi umum. Dari rumahnya di wilayah perumahan Graha Prima Tambun Selatan, Nabila, harus menempuh jarak sejauh 30 kilometer setiap harinya demi bisa menuntut ilmu di Politeknik STIA LAN Jakarta.

Mengambil jurusan Administrasi Bisnis Sektor Publik menjadi pilihan utama Nabila ketika mendaftar di kampus tersebut. Mendapat dukungan penuh dari orangtuanya membuat Nabila sangat bersemangat meskipun harus menempuh jarak cukup jauh.


“Orangtua gue dukung banget sih pas gue bilang mau kuliah disana, soalnya kan masih wilayah Jabodetabek jadi gak perlu ngekos. Terus biaya per semesternya juga terjangkau, jadi gak terlalu ngebebani mereka,” ungkap mahasiswa angkatan 2020 tersebut.

Karena masuk kuliah pada saat pandemi, Nabila belum merasakan perbedaan yang signifikan dengan keadaannya saat sebelum kuliah karena hanya di rumah saja. Namun ketika dihadapkan dengan era new normal dimana aktivitas perlahan mulai berjalan seperti semula, Nabila mulai menyadari betapa jauhnya tempat ia menuntut ilmu.


“Kadang gue naik motor sih kalo misalnya mau ada rapat himpunan gitu atau lagi pengin, tapi kadang juga naik transportasi umum pas pengin nabung. Naik KRL trus disambung ke JakLingko,” tutur mahasiswa yang aktif di Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Sektor Bisnis (Himabistik) ini.

Setiap harinya saat pergi maupun pulang, Nabila dihadapi dengan kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu saat pergi, dirinya memilih berangkat lebih pagi agar tidak terlambat masuk kelas.

“Tapi bagusnya kuliah disini tuh kan kampus gue di Jakpus (Jakarta Pusat) ya, jadi kalo kelasnya selesai cepat atau tiba-tiba di liburin gue bisa melipir ke tempat hits gitu bareng teman-teman, kan banyak di sini. Terus juga karena akses ke kampus tuh banyak banget variasinya gue jadi bisa punya pengalaman naik macam-macam kendaraan umum dengan lika-liku kehidupan kota Jakarta.,” katanya. (mg2)