Fokus Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting

ILUSTRASI: Permukiman warga di Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Pemkab Bekasi pada tahun ini akan fokus menurunkan angka kemiskinan dan stunting. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI  – Pemerintah Kabupaten Bekasi pada tahun ini akan fokus menurunkan angka kemiskinan dan prevalensi anak kerdil atau stunting.

“Melalui Disperkimtan, kami melakukan pembangunan infrastruktur. Seperti membangun rumah tidak layak huni (rutilahu), sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALDS),” ucap Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Nur Khaidir, Rabu (4/1).


Dalam mengentaskan masalah tersebut, kata Khaidir, melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yaitu dinas kesehatan, dinas sosial, dinas keluarga berencana, dan dinas lingkungan hidup.

Khaidir menuturkan pihaknya membangun 886 rutilahu dan 1.600 SPALD atau toilet. Yang dianggarkan untuk rutilahu sebesar Rp17.720.000.000. Sedangkan untuk spalds terbagi dua mata anggaran yaitu APBD Kabupaten Bekasi Rp10.400.000.000 dan APBN sebesar Rp7.200.000.000.


“Karena adanya keterbatasan anggaran. Pada tahun ini hanya ada pembangunan tersebut di tujuh kecamatan,” ucapnya.

BACA JUGA: Tarif KRL ‘Orang Kaya’ Naik

Tujuh kecamatan yang mendapatkan pembangunan tersebut, meliputi Kecamatan Cikarang Barat, Cikarang Selatan, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Cikarang Pusat, Tambun Selatan, dan Cibitung.

Sementara, Kepala Bidang Bina Program Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agus Budiono menuturkan, pada tahun ini Pemkab Bekasi memfokuskan sejumlah anggaran yang tersebar di beberapa dinas. Hanya saja Agus tidak hafal untuk jumlah total anggarannya.

”Fokus Pemkab Bekasi adalah untuk penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Angkanya untuk kemiskinan ekstrem mencapai 545 ribu orang. Namun untuk stunting harus melihat data,” ucapnya.

Agus menuturkan, kebanyakan anak yang terdampak stunting adalah yang termasuk keluarga kategori kemiskinan ekstrem. Oleh sebab itu pemerintah membentuk tim yang akan menurunkan angka dari permasalahan sosial yang ada di Kabupaten Bekasi. (and)