Dua Begal Meregang Nyawa Diamuk Massa

Illustrasi Begal

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dua pelaku begal meregang nyawa diamuk massa usai mencoba merampas motor milik warga, di Jalan Kampung Kobak Rante, Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (10/1).

Kedua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, mengalami luka parah di sekujur tubuh, dan menghembuskan nafas terakhirnya pada saat menjalani perawatan di rumah sakit.


Dalam video yang beredar, satu pelaku mengenakan celana levis panjang berwarna hitam dan kaos tangan panjang berwarna hitam, sudah terbaring lemas di jalan. Namun warga yang sudah terlanjur emosi, tetap melampiaskan amarahnya dengan cara menendang berkali-kali terhadap pelaku yang sudah berlumur darah.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Gogo Galesung menyampaikan, kejadiannya berawal saat korban berinisial FN pulang membeli sembako sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian di tengah jalan, FN dihadang oleh dua orang yang merupakan pelaku, dengan membawa celurit. Pada saat itu, dua pelaku yang membawa celurit ini melakukan pengancaman kepada korban, agar segera menyerahkan kendaraan miliknya.


“Dua orang ini (pelaku begal) membawa celurit, dan memaksa ingin mengambil motor korban, kuncinya diambil,” terang Gogo saat dimintai keterangan, Selasa (10/1).

Korban yang melihat pelaku mencoba mengambil kendaraan miliknya, langsung teriak meminta pertolongan. Alhasil kata Gogo, warga yang sedang menandur padi, langsung berhamburan mengejar kedua pelaku.

“Pada saat pelaku mengambil kunci motornya, korban teriak begal-begal. Kebetulan kejadiannya pada siang hari, dan masih banyak warga yang menandur padi. Nah disitulah pelaku dikejar oleh massa,” bebernya.

Pelaku yang sudah babak belur, langsung dibawa ke Rumah Sakit Rengasdengklok, Karawang, guna mendapat pengobatan. Namun, pelaku meninggal dunia pada saat dalam perjalanan, setelah 30 menit kemudian satu pelaku meninggal dunia di rumah sakit.

“Kami masih mencari identitas untuk menghubungi keluarga mereka (kedua pelaku). Sedangkan motor pelaku itu tidak dibakar, karena sempat nyebur ke sawah, sehingga mengalami kerusakan,” ucap Gogo.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan polisi. Sedangkan barang bukti (bb) sepeda motor milik pelaku dan korban, termasuk bb berupa celurit yang digunakan pelaku.

“Kami belum bisa memastikan para pelaku merupakan residivis atau bukan, sebab identitasnya belum diketahui,” pungkasnya. (pra)