RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Qomariyah, dipercaya memimpin kepengurusan DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Bekasi.
Perempuan yang akrab disapa Siqom ini tergerak untuk menakhodai organisasi tersebut guna mewadahi potensi kaum hawa agar lebih maju dan sukses di bidangnya masing-masing.
“Dengan adanya FPPI ini, para perempuan harus lebih aktif, lebih maju, lebih sukses, di bidangnya masing-masing. Insya Allah dari kepanjangan tangan kami disini akan memberikan efek positif,” ujar Siqom, kepada Radar Bekasi usai menghadiri kegiatan Layanan Kewirausahaan di BPKK Kota Bekasi, bersama kementerian, Kamis (7/5).
Diketahui, FPPI merupakan organisasi yang fokus pada pemberdayaan perempuan melalui pendidikan, ekonomi, dan pelatihan. Struktur organisasi ini menggunakan sistem hierarkis yang terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD/Provinsi), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC/Kabupaten/Kota).
Menurutnya, FPPI menjadi wadah bagi perempuan yang memiliki kemampuan di berbagai bidang. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pembenahan internal untuk menyatukan persepsi sekaligus menyusun kepengurusan baru.

“Saya akan cari pengurus yang memang ada keinginan, ada kemampuan. Saya tidak akan memilih orang yang tidak mau bergerak, tidak mau bekerja. Ternyata tidak mudah mendapatkan itu, sekarang sedang tahap pembenahan, penyusunan, agar nanti dapat pengurus yang benar-benar mau bekerja untuk orang banyak,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepengurusan FPPI akan dibentuk hingga tingkat kecamatan sampai desa atau kelurahan. FPPI, kata dia, bersifat umum dan tidak berpartai sehingga harus tetap netral.
“Nanti ada pengurus kecamatan sampai desa/kelurahan. Kalau FPPI ini sifatnya umum, tidak berpartai, artinya saya harus netral disini, walaupun nanti kita punya kepentingan ya diluar ini (FPPI),” sambungnya.
Politikus Partai NasDem ini menegaskan tidak ingin kepengurusan FPPI hanya menjadi pelengkap organisasi. Ia berharap gerakan ini dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Kami ini punya semacam kontribusi untuk membangun Kabupaten Bekasi melalui jaringan-jaringan organisasi yang ada di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.
Terkait kegiatan Layanan Kewirausahaan di BPKK Kota Bekasi yang digelar DPP FPPI bersama kementerian, Siqom yang juga dinobatkan sebagai Komandan Emak-Emak Bekasi Mandiri itu menghadirkan 20 pengurus UMKM dari Kabupaten Bekasi.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM, khususnya perempuan.
“Kami sangat berharap bukan hanya diberikan pelatihan, namun akses yang lainnya, khususnya untuk para kelompok UMKM yang ada di Kabupaten Bekasi. Khususnya untuk para kaum perempuan, karena FPPI itu Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia,” ucapnya. (adv/pra)









