RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wajah baru Pasar Cikarang mulai terlihat. Bangunan yang selama ini identik dengan kesan kusam kini tampil mencolok.
Pantauan Radar Bekasi, cat oranye yang dipadukan dengan aksen putih membalut hampir seluruh bagian luar bangunan pasar. Sementara itu, di sepanjang pedestrian terpasang pagar pembatas, bangku taman bergaya klasik, tempat sampah pilah, serta paving block yang membuat kawasan tampak lebih tertata. Penataan pedestrian di kawasan ini sekilas mirip dengan Jalan Braga, Kota Bandung.
Pembenahan pasar yang menjadi salahsatu ikon Kabupaten Bekasi ini tidak hanya mengubah tampilan luar bangunan, tetapi juga menyasar perbaikan fasilitas penunjang agar aktivitas jual beli menjadi lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik, terutama perbaikan atap yang sebelumnya kerap mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli, kini telah rampung sepenuhnya. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pembenahan bagian dalam serta sisi bangunan.
“Untuk pengecatan sama atap sudah selesai, pengecatan (bagian dalam/samping) belum. Tinggal keramik sama cat di dalam lagi. Yang bikin (kusam) kemarin kan atap, sekarang atap sudah rapat,” kata Hasyim, Minggu (2/8).
Ia menjelaskan, warna oranye dipilih sebagai warna dominan pada bagian luar gedung sehingga mengubah tampilan pasar yang sebelumnya terkesan terbengkalai. Pemilihan warna oranye ini atas instruksi Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
“Pengecatan warnanya dominan dari Partai Buruh, nyentrik,” ucapnya.
Penyegaran kawasan Pasar Cikarang ini, lanjut Hasyim, diproyeksikan rampung sebelum 17 Agustus 2026 sebagai bagian dari momentum Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Selesainya kira-kira kurang lebih Agustus sebelum 17-an. Momennya pas,” kata Hasyim.
Menurutnya, program pembenahan ini berjalan beriringan dengan penataan kota oleh Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, termasuk relokasi pedagang pasar tumpah dari kawasan lampu merah Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke dalam gedung pasar.
Dukungan infrastruktur dari anggaran CSR dan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat menjadi stimulus utama percepatan penataan kawasan terpadu tersebut.
“Nanti kan dari anggaran kan CSR dari provinsi juga ada, untuk aspal, drainase U-Ditch, ganti trotoar itu, conblock sama pagar perbatasan. Sama ada bangkunya, kayak ada yang di Braga itu, dari provinsi itu,” ungkapnya.
Dengan masuknya program pembenahan ini ke dalam Rencana Kerja (Renja) daerah hingga 2029, Hasyim berharap alokasi anggaran penataan kawasan pasar dapat terealisasi secara berkelanjutan tanpa terdampak efisiensi anggaran. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik yang telah diperbaiki.
“Tolong sama-sama kita menjaga lingkungan supaya bersih, sehingga pengunjung yang berbelanja bisa nyaman, tenang, aman, kondusif,” pungkasnya. (ris)











