RADARBEKASI.ID, BEKASI – Unit Reskrim Polsek Tambun Selatan melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi perempuan di semak-semak lahan kosong, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7). Polisi masih berupaya mengungkap identitas orangtua bayi tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, mengatakan penyidik telah memeriksa empat saksi untuk mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut.
“Kemarin sudah ada empat orang saksi yang diperiksa, pemulung, terus kemudian para pedagang yang berada di sekitar lokasi,” ucap Kompol Wuryanti saat dikonfirmasi, Rabu (15/7).
Hingga kini, polisi belum menemukan petunjuk signifikan yang mengarah kepada identitas orangtua maupun pihak yang diduga terkait dengan penemuan bayi tersebut. Sejumlah saksi yang diperiksa juga mengaku tidak mendengar suara tangisan bayi sebelum ditemukan oleh seorang pemulung pada Selasa siang.
Wuryanti mengatakan, berdasarkan hasil analisis medis, bayi tersebut diduga sempat menangis sejak dibuang pada pagi hari. Kondisi itu membuat suara tangis bayi melemah saat ditemukan warga.
“Tapi mereka (warga) rata-rata nggak mendengar bayi nangis. Karena pemulung itu juga pada saat menemukan bayi itu diam saja. Saat dibersihkan, dimandikan oleh bidan itu baru nangis, itu pun sudah nggak keluar suaranya. Saat di RSUD juga bayi itu nangis, suaranya serak. Jadi mungkin nangis, tapi warga nggak dengar,” tambahnya.
Menurutnya, tidak adanya kamera pengawas di sekitar lokasi membuat polisi harus bekerja ekstra keras mencari petunjuk lain. Selain itu, area penemuan bayi merupakan lahan kosong yang berbatasan dengan kawasan perumahan dan bukan jalur yang ramai dilalui masyarakat.
“Jalurnya sepi dan memang tidak ada CCTV, enggak ada apa di situ, kan di kebun kosong. Jalur yang dilewati itu bukan untuk lalu lintas umum,” tutur Wuryanti.
Minimnya alat pengawasan dan saksi mata yang mengetahui langsung peristiwa tersebut membuat polisi masih melakukan pendalaman untuk mencari petunjuk lain.
“Jadi kemarin dari hasil penyelidikan memang belum ada petunjuk yang secara signifikan bisa mengarah ke siapa orang tuanya atau siapa pelakunya, itu kita belum dapat,” katanya.
BACA JUGA: https://radarbekasi.id/2026/07/14/bayi-ditemukan-di-lahan-kosong-tambun-selatan/
Sebelum dibawa ke RSUD Cibitung, bayi tersebut mendapat penanganan awal dari bidan desa. Saat ditemukan, kondisi bayi disebut mengalami demam ringan, diduga kekurangan cairan, serta terlihat agak kuning.
“Bayi saat ditemukan tidak memakai baju, hanya dibungkus kain seperti pakaian bekas. Kemudian dibawa ke bidan desa untuk dimandikan, setelah itu dirujuk ke RSUD,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar tiga hari. Polisi tidak menemukan luka pada tubuh bayi, hanya terdapat bekas gigitan serangga di bagian hidung yang diduga berasal dari semut karena lokasi penemuan berada di area semak.
Wuryanti memperkirakan bayi tersebut diduga dibuang pada pagi hari. Meski demikian, kondisi bayi secara umum dalam keadaan baik.
“Kalau dilihat dari kondisi bayinya, kemungkinan itu (dibuang) pagi. Kalau kondisi bayinya sehat, beratnya 3,1 kg panjangnya 49 cm, artinya bayi itu kondisi normal dengan gizi yang baik dengan tumbuh kembang yang baik,” pungkasnya. (ris)











