RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menekankan kepada seluruh satuan pendidikan agar memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 berlangsung aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari praktik perundungan maupun perpeloncoan.
“Pastikan mereka aman dan nyaman, tidak ada perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan, tidak ada hal-hal yang menciderai MPLS,” ujar Imam saat membuka MPLS di SMPN 1 Tambun Selatan, Rabu (15/7).
Pelaksanaan MPLS bagi peserta didik baru berlangsung pada 15-17 Juli 2026 dengan mengusung konsep ramah anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh sekolah di Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, sebanyak 46.100 siswa baru diterima di 717 SD Negeri, sedangkan jenjang SMP Negeri menerima sekitar 31.500 siswa yang tersebar di 112 sekolah. Selain itu, MPLS juga dilaksanakan di 394 SD swasta dan 223 SMP swasta.

Imam mengatakan, MPLS menjadi momentum beradaptasi bagi seluruh warga sekolah. Bagi peserta didik, kegiatan ini menjadi pintu awal untuk mengenal lingkungan, budaya belajar, serta kondisi baru di sekolah. Sementara itu, tenaga kependidikan juga dituntut menyesuaikan diri dalam mendampingi proses adaptasi siswa.
“Ini adalah masa ketika kita harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang baru, baik bagi siswa maupun tenaga kependidikan,” katanya.
Ia juga meminta seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan mendampingi peserta didik dengan penuh kepedulian dan empati agar proses adaptasi berjalan baik.
Di SMP Negeri 1 Tambun Selatan, pembukaan MPLS diawali dengan upacara bendera yang diikuti seluruh peserta didik baru bersama siswa kelas VIII dan IX. Kegiatan berlangsung khidmat dengan pendampingan para guru.
Kepala SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Anissa, mengatakan sekolah berkomitmen melaksanakan MPLS sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, materi MPLS tahun ini di antaranya memperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAI), pengenalan lingkungan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta sosialisasi program sekolah kepada orang tua.
“Anak-anak diajarkan untuk hidup rukun dengan teman, saling menghormati, menghormati guru dan orangtua. Kami juga memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta menyampaikan program sekolah kepada orangtua,” ujarnya.
Anissa memastikan pelaksanaan MPLS di sekolahnya bebas dari praktik perpeloncoan maupun perundungan. Sosialisasi mengenai pelaksanaan MPLS ramah anak juga telah diberikan kepada guru, panitia, pengurus OSIS, dan orangtua siswa.
“Kami berharap MPLS berjalan aman, lancar, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan sehingga siswa merasa nyaman belajar di sekolah ini,” pungkasnya. (and/*)











