RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kebakaran lahan di kawasan pinggir Tol Bekasi Barat merambat hingga ke area pool kendaraan ekspedisi, Selasa (15/7) sore. Sedikitnya tiga unit truk besar terdampak kobaran api. Kepulan asap tebal juga sempat mengganggu jarak pandang pengendara di ruas Tol Bekasi Barat.
Komandan Pleton IV Kompi B Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Nawawi Ismail, mengatakan kebakaran bermula di area ilalang dan pepohonan kering yang berbatasan langsung dengan pool kendaraan ekspedisi.
“Untuk yang terbakar yaitu area berdampingan dengan pinggir Tol Bekasi Barat, yaitu ilalang dan pepohonan kering,” ujarnya,
Api kemudian merambat ke area parkir kendaraan besar milik perusahaan ekspedisi.
“Sempat merambat ke kurang lebih dua sampai tiga unit truk atau kendaraan besar fuso yang dimiliki oleh pool ekspedisi tersebut,” katanya.
Saat kejadian, di lokasi masih terlihat aktivitas bongkar muat kendaraan besar. Namun, petugas belum memastikan apakah operasional perusahaan tetap berjalan normal.
Penyebab kebakaran masih didalami. Berdasarkan kondisi di lapangan, petugas menduga api dipicu tumpukan sampah yang mengering akibat musim kemarau, kemudian menjalar ke vegetasi kering di sekitar lokasi.
“Dugaan sementara menurut situasi di lapangan kami menyimpulkan adanya tumpukan sampah yang mengering dikarenakan cuaca musim kemarau,” ucap Nawawi.
Selain membakar lahan dan truk, kepulan asap sempat mengganggu arus lalu lintas di Tol Bekasi Barat. Jarak pandang pengendara berkurang sehingga petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di titik yang berada di dekat badan jalan tol.
“Arus lalu lintas di pinggir Tol Bekasi Barat ini sempat terhambat, dikarenakan kepulan asap yang menghambat jarak pandang para pengendara,” tuturnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua setengah jam, mulai pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 19.30 WIB.
Sebanyak lima unit mobil pemadam diterjunkan dari Pos Bekasi Utara, Rawalumbu, dan Markas Komando, serta didukung satu unit pompa portabel.
Selama proses pemadaman, petugas juga menghadapi potensi bahaya dari drum berisi oli bekas yang mengembang akibat panas sehingga dilakukan pendinginan untuk mencegah ledakan.
Menyikapi kejadian tersebut, Damkar Kota Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan terbuka dan fasilitas umum.
“Kami mengimbau musim kemarau ini agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran dengan mengurangi aktivitas yang beresiko menimbulkan terjadinya kebakaran,” pungkasnya (rez)











