RADARBEKASI.ID, BEKASI -Tingginya jumlah penduduk membuat Kota Bekasi dinilai rentan terhadap peredaran narkoba. Karena itu, menghidupkan kembali Badan Narkotika Kota (BNK) dianggap mendesak untuk mempersempit ruang gerak peredaran barang haram tersebut.
Berbagai isu sosial hingga peredaran narkoba menjadi perhatian serius dalam rapat kerja I Sahabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi.
“Jadi harapan kami wali kota, kepolisian, dan instansi-instansi terkait termasuk DPR bisa mendukung, memohon kepada BNN untuk bisa dihidupkan kembali BNK,” ungkap Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sahabat MUI Kota Bekasi, Bambang Sunaryo, Rabu (15/7).
Bambang mengatakan, Sahabat MUI Kota Bekasi telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk MUI dan DPRD, terkait usulan tersebut.
Menurut dia, keberadaan BNK dapat menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam upaya menekan peredaran narkoba, terutama di daerah berpenduduk padat seperti Kota Bekasi.
“Kita sadar Bekasi ini 12 kecamatan, tapi penduduknya hampir 3 juta, maka potensi penyebaran narkoba ini sangat masif, dan korbannya masyarakat kecil, anak sekolah,” katanya.
Menurut Bambang, tingginya peredaran narkoba di Kota Bekasi salah satunya terlihat dari hampir 80 persen warga binaan di Lapas Bulak Kapal yang terjerat kasus narkoba. Menurutnya, pengguna narkoba merupakan korban sehingga pemberantasan harus dilakukan hingga ke tingkat bandar.
Selama ini, Bambang menyebut pihaknya telah mendampingi dan mengadvokasi korban penyalahgunaan narkoba.
“Maka dari itu, manakala ada korban, pengguna, saya berharap datang ke Islamic Center untuk meminta pendampingan dari kami, tidak dipungut biaya dan akan kita lakukan pembinaan-pembinaan,” tambahnya.
Raker pertama yang dilaksanakan di Asrama Haji Bekasi kemarin merupakan tonggak awal pergerakan organisasi setelah resmi berbadan hukum. Ketua umum Sahabat MUI Kota Bekasi, Ismail Ibrahim menyerukan pentingnya konsistensi gerakan, serta akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
“Kita tidak akan sanggup menghadirkan kebaikan atau melawan kemungkaran sendirian. Maka dari itu, kami akan merangkul semua pihak untuk meminimalisasi hal-hal yang mencederai Kota Bekasi, termasuk ancaman pinjaman online liar dan narkoba,” ungkapnya. (sur)











