Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Dukung Penguatan Daya Saing UMKM, BCA Hadirkan Program Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha di KCU Tanjung Priok

Dukung UMKM Naik Kelas, BCA Gelar Workshop Sertifikasi Halal di Tanjung Priok – Kepala KCU BCA Tanjung Priok Indrawanto Sahama (ketiga dari kiri) bersama Manajer Koperasi Jasa Karyawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) Toha Muzaqi (keempat dari kiri) pada Workshop Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha UMKM 2026 di PT KBN Cakung, Jakarta, Kamis (30/7). Melalui pilar Bakti BCA, kegiatan yang diikuti para pelaku UMKM ini digelar untuk mendorong pemenuhan standar sertifikasi halal sekaligus mendampingi UMKM bertransformasi dari unbankable menjadi bankable.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat komitmennya dalam mendukung penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menggelar program Workshop Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang serba guna PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) Cakung pada Kamis (30/7) ini menjangkau 100 peserta UMKM dari produk makanan dan minuman.

Seremoni pembukaan Workshop Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha UMKM 2026 ini dihadiri oleh Perwakilan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kelurahan Semper Timur Mochamad Ardiansyah, Manajer Koperasi Jasa Karyawan PT Kawasan Berikat Nusantara Toha Muzaqi, serta Kepala KCU BCA Tanjung Priok Indrawanto Sahama.

“Sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan administrasi atau amanat konstitusi, melainkan telah berkembang menjadi kebutuhan pasar dan indikator kepercayaan konsumen di sektor UMKM dan perdagangan modern. Mengingat UMKM menyumbang 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja, penguatan daya saing sektor ini menjadi sangat krusial. BCA berkomitmen hadir mendampingi para pelaku UMKM untuk mengantongi sertifikat halal serta mendapatkan berbagai program pengembangan berkelanjutan lainnya,” ucap Indrawanto Sahama.

Pendampingan Berkelanjutan BCA bagi Pelaku UMKM – Antusiasme 100 peserta UMKM makanan dan minuman saat mengikuti Workshop Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha di PT KBN Cakung, Jakarta. Sejak tahun 2023, BCA secara konsisten telah memfasilitasi sekitar 5.000 sertifikat halal di 40 provinsi. Tak hanya sertifikasi, BCA turut membekali peserta dengan kemudahan pembukaan rekening online, aktivasi QRIS via aplikasi Merchant BCA, hingga akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memperkuat daya saing produk lokal.

Program yang menjadi bagian dari pilar keberlanjutan Bakti BCA ini tidak hanya berfokus pada sertifikasi halal, melainkan memberikan pendampingan dari hulu ke hilir. Pelaku usaha dibekali pelatihan kapasitas berbasis tiga pilar, yakni pelaku, pasar, dan produk serta business model canvas. Selain itu, BCA pun melengkapi peserta dengan fasilitas pembukaan rekening secara online, aktivasi metode pembayaran QRIS melalui aplikasi Merchant BCA, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan program Sertifikasi Halal dan Pelatihan Usaha UMKM ini sejalan dengan komitmen BCA untuk mendampingi UMKM bertransformasi dari unbankable menjadi bankable dan secara bertahap naik kelas.

“Komitmen BCA dalam mendorong kemajuan UMKM senantiasa kami wujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan. Sejak tahun 2023, program ini secara total telah memfasilitasi sekitar 5.000 sertifikat halal di sekitar 40 provinsi. Cakupan wilayah ini merupakan bukti nyata konsistensi BCA dalam memastikan bahwa manfaat sertifikasi halal dapat dirasakan secara merata oleh para pelaku usaha di berbagai penjuru Indonesia,” kata Hera.

Dukungan BCA terhadap ekosistem UMKM juga diwujudkan melalui kolaborasi lintas unit kerja. Per Juni 2026, BCA juga sudah mencatat pertumbuhan kredit ke segmen UKM sebesar 6% YoY, menyalurkan pembiayaan senilai Rp18,5 triliun kepada lebih dari 39 ribu wirausaha perempuan.

Selain itu, sebanyak 1.829 UMKM telah mengikuti program pelatihan bisnis yang didukung 43 modul pembelajaran dan 52 jam pelatihan, serta program pendampingan seperti pelatihan ekspor, literasi keuangan, dan digitalisasi usaha guna membantu produk lokal menembus pasar yang lebih luas.

“Kami berharap program ini dapat menjawab kebutuhan para pelaku UMKM, sekaligus mendukung langkah pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal tahap pertama yang berlaku mulai Oktober mendatang. Melalui pendampingan ini, semakin banyak pelaku usaha yang mampu memenuhi standar industri, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing produknya. Ke depan, BCA akan terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM dan perekonomian nasional yang inklusif,” papar Hera. (bps/*)