Berita Bekasi Nomor Satu

Luas Wilayah Jadi Tantangan, Regu Damkar Perusahaan Berperan Vital Percepat Penanganan Kebakaran

SKILL COMPETITION: Sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran mengikuti Fire Fighter Skill Competition di Cikarang Pusat, Kamis (6/8). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Luasnya wilayah Kabupaten Bekasi yang menampung lebih dari 7.600 perusahaan menjadi tantangan bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dalam merespons kebakaran.

Keterlibatan sektor swasta dalam menyiagakan tim pemadam secara mandiri di berbagai kawasan sangat diperlukan untuk menjangkau 23 kecamatan. Untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi memanfaatkan ajang Fire Fighter Skill Competition 2026 sebagai sarana pembinaan dan penguatan sinergi dengan regu pemadam kebakaran internal kawasan industri.

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, mengatakan keterlibatan personel dan unit pemadam kebakaran swasta sangat vital untuk menutupi keterbatasan jangkauan armada pemerintah saat terjadi kebakaran, khususnya di kawasan industri.

“Secara umum semua perusahaan punya K3, tapi di bawah K3 itu ada Damkar. Namun tidak semua perusahaan punya unit sendiri. Dengan luasnya Kabupaten Bekasi, keikutsertaan kawasan dalam kegiatan ini sangat membantu pemerintah,” ucap Adeng kepada Radar Bekasi di Cikarang Pusat, Kamis (6/8/2026).

SKILL COMPETITION: Sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran mengikuti Fire Fighter Skill Competition di Cikarang Pusat, Kamis (6/8). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

Ia mencontohkan, koordinasi antarunit pemadam kawasan kerap membantu penanganan awal kebakaran di lapangan.

BACA JUGA: Disdamkarmat Kota Bekasi Tangani 1.779 Laporan, Ular Paling Banyak Dievakuasi

“Contohnya ketika terjadi kebakaran di Kawasan GIIC, tiba-tiba unit Damkar dari Jababeka langsung datang membantu ke lokasi tanpa harus kita minta. Hal-hal seperti ini yang sangat membantu tugas pemerintah,” tambahnya.

Pada pelaksanaan Fire Fighter Skill Competition 2026, lanjut Adeng, sebanyak 43 perusahaan menurunkan 63 regu untuk bertanding dalam dua kategori utama, yakni hose laying dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Jumlah peserta ini meningkat dibandingkan pelaksanaan 2024 yang diikuti kurang dari 30 perusahaan.

Meski sempat dihentikan pada 2025 akibat efisiensi anggaran, pihaknya memutuskan kembali menggelar kegiatan ini pada 2026 karena dinilai memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebakaran.

“Tujuannya jelas untuk membantu masyarakat dan mempercepat penanganan kebakaran di wilayah masing-masing. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mereset dan menyegarkan kembali kemampuan teknis para personel di kawasan,” tegas Adeng.

Selain menjadi ajang penyegaran kapasitas teknis, kompetisi ini juga menjadi tahapan seleksi menuju ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2027. Adeng menyebut, pada ajang Fire Fighter Skill Competition tingkat Jawa Barat sebelumnya, salah satu perusahaan asal Kabupaten Bekasi berhasil meraih juara III. Sementara Disdamkarmat Kabupaten Bekasi menempati peringkat IV.

“Kita berharap para peserta dapat mengikuti dengan baik karena ini menjadi penting untuk refresh kembali kemampuan mereka. Terus juga jangan salah, ini untuk kolaborasi, guyub antara petugas Damkar yang ada di kawasan dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (ris)