Berita Bekasi Nomor Satu

Harga Daging Ayam dan Kacang Tanah Merangkak Naik di Pasar Kota Bekasi

Pedagang daging ayam di Kota Bekasi. FOTO: SURYA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Harga daging ayam dan kacang tanah mulai merangkak naik di sejumlah pasar Kota Bekasi. Kenaikan harga daging ayam terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sementara harga kacang tanah melonjak hingga Rp48 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir.

Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut turut menjadi perhatian pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga daging ayam ras secara nasional mencapai sekitar Rp39.712 per kilogram pada pekan pertama Agustus. Harga tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).

Namun, kenaikan harga perlu diwaspadai karena jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telah mencapai 188 kabupaten/kota.

“Ini mungkin untuk perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP,” kata Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2026 yang dipantau secara daring, Senin (10/8).

Komoditas lain yang menjadi perhatian adalah daging sapi. Sejumlah daerah mencatat harga daging sapi telah berada jauh di atas HAP.

Pantauan Radar Bekasi di pasar tradisional Kota Bekasi menunjukkan harga daging ayam juga mengalami kenaikan. Pedagang mengatakan kenaikan terjadi sejak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali beroperasi atau setelah libur sekolah berakhir.

Salah satu pedagang ayam di kawasan Pasar Baru Bekasi Timur, Parman (59), mengatakan harga daging ayam filet dada kini mencapai Rp60 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari beberapa pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada daging ayam bagian paha pentung. Harganya kini mencapai Rp52 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp42 ribu.

“Rp52 ribu saja untungnya sudah tipis,” katanya.

Selain daging ayam, harga ati ampela ayam juga mengalami kenaikan sebanyak dua kali. Kenaikan terakhir mencapai Rp1.000, lebih tinggi dibandingkan kenaikan biasanya yang hanya sekitar Rp200.

“Ati ampela juga naik seribu, biasanya naik paling Rp200 perak. Seribu itu dua kali naik,” ucapnya.

Akibatnya, saat ini pembeli di luar pelanggan tetap berkurang. Tak jarang ia harus mendapat berbagai pertanyaan dari pembeli terkait dengan naiknya harga daging ayam akhir-akhir ini.

“Yang beli turun, karena harga mahal orang pada nggak berani,” tambahnya.

Sementara itu salah satu pedagang sembako, Supri (27) menyampaikan komoditi yang kenaikan harganya cuku mencolok adalah kacang tanah. Kenaikan harga ini terjadi sepekan terakhir.

BACA JUGA: Anggota Banggar DPRD Kota Bekasi Muin: Efisiensi Anggaran 2027 Harus Sesuai Skala Prioritas

“Kalau yang paling tinggi kacang tanah, dari Rp35 ribu sekarang ke harga paling murah Rp48 ribu per kg,” ungkapnya.

Komoditi lain yang mengalami kenaikan harga meskipun tidak terlalu tinggi adalah beras. Satu karung beras berisi 60 liter yang semula Rp650 ribu naik ke harga Rp670 ribu.

Beruntung kenaikan harga beras ini tidak membuang ia hari menaikkan harga eceran per liter, tetap berkisar Rp12 sampai Rp12,5 ribu per liter.

Komoditi lain berupa telur ayam saat ini harganya Rp25 per kg, tingkat harga ini disebut masih stabil meski mengalami kenaikan.

“Telur sekarang Rp25 ribu, itu masih stabil. Kalau Rp30 atau Rp28 ribu itu baru tidak stabil,” ucapnya.

Komoditi lain seperti minyak goreng harganya mengalami fluktuasi, tidak konsisten naik. Barang-barang lain yang berasal dari pabrik seperti bumbu kemasan, kecap, dan lain sebagainya tidak mengalami pergerakan harga. (sur)