RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus melakukan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian. Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama perangkat daerah terkait melakukan peninjauan langsung sekaligus percepatan penanganan infrastruktur sumber daya air di wilayah Kecamatan Pebayuran, Rabu (2/9).
Peninjauan difokuskan pada progres normalisasi, pendalaman tanggul, serta pembangunan saluran air irigasi di wilayah SS Kedunggede yang menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Asep mengatakan, pekerjaan yang tengah dilakukan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tampungan dan distribusi air, khususnya untuk menjangkau area pertanian yang berada di sekitar wilayah rawan kekeringan.

“Saat ini sedang dilakukan normalisasi, pendalaman tanggul dan pembuatan saluran air irigasi. Ini penting supaya nantinya bisa menampung air lebih banyak, karena sebelumnya kondisinya cukup dangkal,” ujar Asep.
Menurutnya, peningkatan kapasitas saluran tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem irigasi ketika debit air mulai bertambah. Dengan demikian, air dapat dialirkan secara lebih optimal menuju lahan pertanian yang berada di sekitar wilayah BKG 15, 16, 19, 20, dan 31.
“Nanti ketika kondisinya sudah lebih baik dan debit air bertambah, air ini bisa teririgasi ke BKG yang tadi dikunjungi, yang sangat dekat dengan wilayah potensi kekeringan. Jadi kita tidak hanya melihat kondisi hari ini, tetapi bagaimana ketersediaan air ini bisa kita jaga untuk kebutuhan pertanian ke depan,” jelasnya.

Asep menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memantau perkembangan pekerjaan tersebut secara berkala. Ia menyebutkan, peninjauan kali ini merupakan kunjungan lanjutan setelah sebelumnya mengunjungi titik tersebut.
“Dua minggu lalu saya datang melakukan peninjauan, dan sekarang saya datang lagi melihat sudah ada peningkatan yang signifikan. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan pekerjaan di SS Kedunggede ini bisa selesai,” katanya.
Ia menegaskan, percepatan penanganan infrastruktur irigasi menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama ketika terjadi penurunan ketersediaan air. Karena itu, koordinasi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan efektif.
“Yang paling penting adalah bagaimana air yang tersedia bisa kita kelola dan distribusikan dengan baik. Infrastruktur irigasi harus dipastikan berfungsi, sehingga ketika terjadi kekeringan, dampaknya terhadap lahan pertanian dapat kita minimalisir,” tutur Asep.
Sementara itu, Camat Pebayuran, Hasyim Adnan, menyampaikan normalisasi, pendalaman saluran, serta pembangunan jaringan irigasi memberikan manfaat strategis bagi masyarakat Pebayuran, khususnya dalam mendukung kebutuhan air untuk sektor pertanian.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi atas penanganan yang dilakukan, mulai dari normalisasi, pendalaman hingga pembangunan saluran irigasi. Ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Pebayuran,” ujar Hasyim.
Ia berharap pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga sistem pengairan dapat berfungsi secara optimal dan mampu memberikan manfaat bagi lahan pertanian di wilayah Pebayuran, terutama dalam menghadapi musim dengan keterbatasan ketersediaan air.
“Harapannya dengan adanya penanganan ini, lahan pertanian di sekitar Pebayuran tetap mendapatkan pasokan air yang cukup, sehingga masyarakat tidak terlalu terdampak ketika memasuki musim kekeringan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan pemantauan terhadap kondisi ketersediaan air dan infrastruktur irigasi di seluruh wilayah akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sektor pertanian sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Pebayuran, serta perwakilan BBWS dan PJT Kabupaten Bekasi. (and/*)











