RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tangisan bayi yang baru lahir menjadi suara yang paling dinantikan oleh setiap orang tua. Namun, kebahagiaan itu sempat berubah menjadi kecemasan bagi keluarga Abraham. Tak lama setelah dilahirkan, Abraham (2) diketahui mengalami masalah pada jantung dan membutuhkan penanganan medis segera.
Abraham lahir di RS Hermina Galaxy. Saat menjalani observasi di ruang perinatologi, tenaga kesehatan menemukan kondisi yang mengharuskan Abraham mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Saturasi oksigen Abraham hanya mencapai 50 persen, jauh di bawah kondisi normal yang berada pada kisaran 96 hingga 100 persen.
“Suster melaporkan kepada dokter bahwa saturasi bayi kami hanya 50 persen, sedangkan normalnya 96 sampai 100 persen,” ujar orang tua Abraham.
Mendengar kabar tersebut, kedua orang tua Abraham mengaku terpukul. Perasaan sedih, tidak percaya, hingga pasrah mereka rasakan ketika mengetahui kondisi kesehatan buah hati yang baru saja dilahirkan.
“Saat mendengar berita itu hati saya rasanya hancur, sedih, denial dan marah dengan keadaan, kemudian kami pasrah,” ungkapnya.
Setelah menjalani pemeriksaan, Abraham membutuhkan penanganan khusus dan harus mendapatkan pelayanan di rumah sakit dengan fasilitas serta dokter spesialis yang sesuai. Abraham kemudian dirujuk ke RSAB Harapan Kita. Namun, karena tindakan operasi yang dibutuhkan belum dapat dilakukan di RSAB Harapan Kita, Abraham selanjutnya mendapatkan perawatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Abraham menjalani beberapa pemeriksaan melalui poli rawat jalan. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa Abraham harus segera menjalani Arterial Switch Operation (ASO).
“Setelah kami masuk melalui poli rawat jalan di RS Jantung Harapan Kita, Prof. Ganesha yang waktu itu menangani Abraham menyampaikan bahwa harus segera dilakukan tindakan ASO untuk menutup kebocoran sekat antar serambi jantung,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, kekhawatiran orang tua Abraham bukan hanya mengenai kesehatan sang buah hati, tetapi juga biaya pengobatan. Mereka memahami bahwa operasi jantung membutuhkan biaya yang sangat besar.
Beruntung, Abraham telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak lahir melalui kepesertaan orang tuanya. Setelah berkonsultasi dengan pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan, keluarga mendapatkan kepastian bahwa pelayanan kesehatan yang dibutuhkan Abraham dapat dijamin oleh Program JKN sesuai ketentuan yang berlaku.
Tentunya kepastian tersebut menjadi kelegaan tersendiri bagi keluarga. Pasalnya, selain tindakan operasi, Abraham juga membutuhkan berbagai pemeriksaan dan perawatan sebelum maupun setelah operasi.
“Alhamdulillah, semuanya dijamin. Mulai dari tindakan operasi ASO itu sendiri, rangkaian pemeriksaan sebelum operasi seperti USG jantung dan laboratorium, perawatan di ICU/NICU setelah operasi, sampai obat-obatan yang dibutuhkan anak selama masa pemulihan. Kami hampir tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk itu semua,” ujar ibunya.
Bagi keluarga Abraham, manfaat Program JKN sangat terasa di tengah perjuangan mendampingi anak menjalani rangkaian pengobatan. Sebelum mendapatkan kepastian tersebut, mereka bahkan sempat membayangkan harus mencari pinjaman atau menjual aset untuk membiayai operasi.
“Rasanya sangat lega dan bersyukur. Waktu itu kami sempat membayangkan harus mencari pinjaman atau menjual sesuatu untuk biaya operasi, karena kami tahu biaya operasi jantung bisa ratusan juta rupiah. Tapi begitu tahu semuanya ditanggung JKN, beban pikiran kami langsung berkurang jauh dan kami bisa fokus mendampingi anak, bukan memikirkan biaya,” tambahnya.
Selama menjalani pelayanan kesehatan, keluarga Abraham juga mengaku mendapatkan informasi dan proses pelayanan yang cukup jelas, mulai dari rujukan, pemeriksaan, tindakan operasi hingga perawatan. Untuk kebutuhan administrasi, keluarga melengkapi dokumen yang diperlukan seperti kartu JKN, KTP dan surat rujukan.
“Selama pemeriksaan, operasi, sampai perawatan, pelayanan yang kami terima sama seperti pasien lainnya, tidak ada perbedaan perlakuan. Kami diperlakukan dengan baik, memang ada beberapa proses yang butuh kesabaran karena antrean, tapi secara keseluruhan sangat membantu,” tuturnya.
Saat ini kondisi Abraham sudah membaik. Satu hal yang membuat orang tua Abraham sadar bahwa memiliki jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan itu penting, karena sakit dapat datang tanpa diduga, terlebih ketika menyangkut anak yang baru lahir.
Bagi keluarga Abraham, JKN tidak hanya memberikan jaminan terhadap biaya pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan ketenangan sehingga orang tua dapat lebih fokus mendampingi proses pengobatan dan pemulihan buah hati. Ia pun mengajak masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif dan memahami prosedur pelayanan yang berlaku agar perlindungan tersebut dapat dimanfaatkan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Pesan saya, jangan pernah menyepelekan pentingnya menjadi peserta JKN. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang, apalagi pada anak. Tidak semua asuransi komersial bisa menjamin penyakit bawaan. Dengan JKN, biaya pengobatan yang besar sekalipun bisa sangat terbantu, bahkan hampir seluruhnya ditanggung, asalkan sesuai dengan indikasi medis. Jadi pastikan kepesertaan JKN aktif, karena ini benar-benar penyelamat bagi keluarga kami,” tutupnya. (*)











