Berita Bekasi Nomor Satu

TPST Bantargebang Mendadak Terbakar, Ini Kata Wali Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan kepada wartawan usai apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (14/9/2026).  FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto buka suara terkait kebakaran yang melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Kebakaran dilaporkan terjadi di area Zona 3 sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu (13/9/2026).

Kebakaran tersebut terjadi menjelang berakhirnya masa kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 26 September 2026 mendatang.

Tri mengatakan, Pemkot Bekasi telah memantau penanganan insiden tersebut. Ia mengapresiasi kesigapan petugas pemadam kebakaran dan petugas lapangan yang bergerak cepat untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

“Udah, udah monitor. Dan itu kan saya kira langsung gerak cepat, ya, teman-teman untuk kemudian mengantisipasi agar tidak melebar. Ya dalam waktu singkat alhamdulillah sudah bisa terselesaikan, ya,” ujar Tri usai apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (14/9/2026).

Sebagai langkah penanganan lanjutan sekaligus mencegah kebakaran susulan, Tri menyebut petugas pemadam kebakaran secara berkala melakukan penyemprotan cairan eko enzim di kawasan TPST Bantargebang. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya api akibat tingginya suhu dan kandungan gas metana di lokasi TPST.

“Dan insya Allah kita sudah terus siapkan tim, termasuk hari-hari itu kita juga secara berkala menyemprotkan eko enzim, ya, yang dilakukan oleh pemadam kebakaran agar mereduksi terkait dengan panasnya matahari, termasuk gas metan yang kemudian tentu kandungannya sangat luar biasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Ciketing Udik, Usep, memastikan tidak ada perluasan dampak akibat kebakaran. Meski api telah padam, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan.

“Ya, udah enggak ada titik api lagi. Tadi laporan-laporannya,” jelasnya.

Mengenai penyebab kebakaran, Usep menduga api yang muncul di puncak gunungan sampah kemungkinan dipicu tingginya kandungan gas metana atau faktor kelalaian manusia. Namun, penyebab pastinya masih belum diketahui.

“Karena posisinya di atas ini ya, di atas tumpukan sampah bukan di samping. Jadi kronologisnya kurang tahu juga, apa akibat mungkin dari gas metan yang ada di TPST Bantargebang atau mungkin ulah seorang manusia ya,” pungkasnya. (zak)