Berita Bekasi Nomor Satu

Tarif LRT Jakarta Diminta Terjangkau dan Terintegrasi dengan Transportasi Lain

Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026). Foto: Dok/Pemprov DKI Jakarta.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Tarif LRT Jakarta diminta terjangkau dan terintegrasi dengan transportasi lain.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyarankan penerapan tarif LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai terjangkau dan terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya.

Hal itu diperlukan untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. “Yang penting sekarang bukan hanya LRT-nya selesai, tetapi bagaimana LRT terhubung dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya,” kata Wa Ode Herlina di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Ia meminta jaringan Mikrotrans sebagai angkutan penghubung atau feeder menuju stasiun LRT dapat diperkuat, termasuk pengembangan park and ride di kawasan Manggarai.

BACA JUGA: Penumpang LRT dari Bekasi Melonjak

Ia menilai fasilitas tersebut dapat menjadi insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik.

“Kalau tarifnya dibuat terjangkau atau flat dan terintegrasi dengan perjalanan transportasi umum, ini bisa menjadi salah satu insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai besaran tarif integrasi juga perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kebutuhan subsidi pelayanan publik (PSO), sehingga tetap terjangkau tanpa mengganggu keberlanjutan layanan.

Ia juga mendorong kajian keterlibatan Danantara dalam pembiayaan infrastruktur transportasi agar pembangunan dapat dipercepat tanpa membebani APBD secara berlebihan.

Yang paling penting sekarang adalah integrasi. LRT, Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya harus terasa sebagai satu sistem bagi masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya, LRT Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (16/9). Proyek senilai Rp12,1 triliun tersebut didanai APBD DKI Jakarta dan dikerjakan PT Jakpro.

Pemprov DKI memberlakukan tarif khusus Rp8 selama delapan hari pertama, sebelum tarif flat sementara Rp5 ribu. Tarif resmi LRT akan diputuskan pada Oktober mendatang. (jpc)