Berita Bekasi Nomor Satu

Hindari Calo, 2.887 Lowongan Kerja di Kota Bekasi Bisa Diakses lewat Aplikasi Nyari Gawe

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat kegiatan bursa kerja online Jawa Barat yang dipusatkan di PT Metindo Erasakti, Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (26/10). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 2.887 lowongan kerja tersedia bagi pencari kerja di Kota Bekasi melalui bursa kerja online yang terhubung dengan aplikasi Nyari Gawe. Platform yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu memudahkan masyarakat mengakses informasi lowongan secara resmi sekaligus mempersempit ruang praktik percaloan dan penipuan tenaga kerja.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan minat pencari kerja (pencaker) terhadap bursa kerja online tersebut cukup tinggi. Bahkan, jumlah pelamar telah melampaui kebutuhan pada sejumlah lowongan yang tersedia.

Ia mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe untuk mencari pekerjaan melalui jalur resmi. Dengan begitu, pencaker memiliki akses informasi yang lebih jelas tanpa harus bergantung pada perantara.

“Yang kedua tentunya memberikan suatu kepastian kepada pencari kerja bahwa hari ini sudah tidak waktunya lagi melalui Calo,” kata Tri dalam kegiatan bursa kerja online Jawa Barat yang dipusatkan di PT Metindo Erasakti, Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (26/10).

Kegiatan tersebut juga disiarkan langsung melalui media sosial dan dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tri menyebut, praktik penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja masih menjadi persoalan.

Belum lama ini, sejumlah pencari kerja mengaku tertipu oleh perusahaan penyalur tenaga kerja. Korbannya bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga masyarakat dari luar daerah.

Bagi pencaker yang ingin bekerja di luar negeri, aplikasi Nyari Gawe juga dapat dimanfaatkan untuk memeriksa informasi lowongan yang ditawarkan. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit peluang keberangkatan tenaga kerja secara ilegal sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan bagi calon pekerja.

“Jadi kalau ada janji manis, kemudian hal-hal yang membuat mereka tergiur tentunya mereka sudah memiliki literasi yang sudah lebih baik lagi,” ucapnya.

Di sisi lain, pengangguran masih menjadi persoalan yang harus ditangani di Kota Bekasi. Tri menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayahnya saat ini berkisar 7 persen.

Menurut Tri, lowongan yang tersedia melalui bursa kerja online tersebut terbuka bagi lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Sejumlah posisi bahkan memberikan kesempatan bagi pencari kerja berusia hingga 45 tahun.

“Jadi saya kira ini menjadi satu momentum buat para pencari kerja yang hari ini ada 7 persen di Kota Bekasi untuk bisa merebut salah satu tempat yang ada,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menjelaskan aplikasi Nyari Gawe telah berjalan selama setahun terakhir untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi pekerjaan sekaligus menghindari praktik percaloan.

“Dalam perjalanannya ini pak Gubernur ingin mengoptimalkan tentunya aplikasi Nyari Gawe ini diinisiasi, yaitu untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses lowongan kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, bursa kerja online digelar secara bergiliran setiap pekan dengan menyasar perusahaan, kawasan industri, serta kabupaten dan kota yang memiliki perkembangan sektor industri di Jawa Barat.

Khusus di Kota Bekasi, terdapat 2.887 lowongan kerja dengan 68 jenis jabatan dari 23 perusahaan yang berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut.

“Terdaftar dalam seminggu ini lowongan kerja itu sebanyak 2.887 dengan 68 jenis jabatan, kemudian 23 perusahaan yang berpartisipasi,” katanya.

Ia pun mendorong perusahaan di Jawa Barat, khususnya Kota Bekasi, untuk mendaftarkan lowongan pekerjaan melalui aplikasi Nyari Gawe agar semakin banyak peluang kerja yang dapat diakses masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan bursa kerja online merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi pekerjaan.

“Kita mulai dari Pemprov Jabar hari ini membuka lowongan kerja online, setelah itu pak wali setiap minggu pakai akun tiktok nya pak wali,” ungkapnya. (adv/sur)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyapa pekerja di sela kegiatan bursa kerja online Jawa Barat yang dipusatkan di PT Metindo Erasakti, Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (26/10). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI