RADARBEKASI.ID, BEKASI – Partai NasDem mulai merintis kembali kekuatan politik di Kota Bekasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Setelah tiga kali mengikuti pemilu tanpa meraih kursi DPRD Kota Bekasi, partai besutan Surya Paloh itu membenahi kepengurusan dan memperkuat konsolidasi hingga tingkat bawah.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah merombak kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Bekasi. Nurul Sumarheni yang sebelumnya menjabat ketua digantikan Supratman terhitung sejak 30 Juni 2026.
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Mamat Rachmat, mengatakan pergantian tersebut dilakukan karena pergerakan organisasi dinilai belum optimal. Perubahan kepengurusan, termasuk posisi sekretaris dan bendahara, diharapkan dapat memperkuat konsolidasi partai.
“Ada pergantian kemarin dari yang lama ke baru karena pergerakannya kurang, jadi sekarang lebih kepada bagaimana mengkonsolidasikan,” ujar Mamat, kepada Radar Bekasi, Senin (26/10/2026).
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu mengungkapkan, Partai NasDem kini tengah merintis kembali kekuatan organisasi di Kota Bekasi. Selain membenahi kepengurusan yang masih bertahan, partai juga berupaya merekrut kader-kader militan untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kalau Kota Bekasi memang kita sedang merintis, mengkonsolidasikan kembali pengurus-pengurus yang ada dan insya Allah Bekasi akan reborn 2029, karena kami sedang menyiapkan semua kader-kader yang memang militan,” ucapnya.
Mamat menilai, belum berhasilnya Partai NasDem meraih kursi DPRD Kota Bekasi dalam tiga pemilu sebelumnya berkaitan dengan lemahnya kebersamaan dan pengelolaan organisasi. Karena itu, pembenahan internal perlu dibarengi dengan penyiapan calon anggota legislatif yang lebih kompetitif.
“Hanya masalah membangun kebersamaannya saja, mensolidkan, mengelolah organisasinya agak kurang memungkinkan, dan mungkin caleg-calegnya harus lebih kompetitif ke depannya,” tuturnya.
Ia pun meminta pengurus tidak hanya bergerak menjelang pemilu. Penguatan struktur partai dari tingkat DPD, DPC hingga DPRt harus mulai dilakukan agar mesin organisasi berjalan lebih awal.
“Semangatnya sekarang jangan hanya mau Pemilu, tapi mulai sekarang membangun struktur partai dari DPD, DPC, DPRt sudah berjalan, insya Allah dalam waktu dekat kami akan melakukan konsolidasi besar di Kota Bekasi,” tuturnya.
Sementara itu, Nurul Sumarheni membenarkan pergantian kepemimpinan DPD NasDem Kota Bekasi pada 30 Juni 2026. Setelah posisinya digantikan Supratman, ia mengaku diminta Ketua DPW untuk bergabung dalam kepengurusan tingkat provinsi. Namun, hingga kini belum ada perubahan surat keputusan (SK) kepengurusan di tingkat tersebut.
Mantan calon wakil wali kota Bekasi itu menilai pergantian tersebut sebagai bagian dari rotasi organisasi. Perubahan tidak hanya menyasar posisi ketua, tetapi juga sekretaris dan bendahara DPD.
“Biasa saja si (pergantian ini), karena DPP menginginkan ada perubahan struktur. Waktu saya jadi Ketua DPD juga karena diminta, bukan saya yang mengajukan diri,” katanya. (pra)









