RADARBEKASI.ID,BEKASI– Sebanyak 1.200 kubik sampah liar yang menumpuk di sungai Kali Jambe sisi perlintasan Tol Jakarta Cikampek (Japek) Kilometer 19 akhirnya diangkut.
Pemkab Bekasi bersama lintas instansi keroyokan mengangkut sampah kiriman yang kerap menyumbat titik crossing tol tersebut, Minggu (1/11).
Berdasarkan pantauan di lokasi, satu unit alat berat beko dan puluhan armada pengangkut dari Pemkot dan Pemkab Bekasi terparkir di pinggir Tol Japek saat proses pengangkutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Donny Sirait, menegaskan bahwa penanganan dilakukan lintas wilayah, melibatkan Pemkab Bekasi, Kota Bekasi, PSDA Provinsi Jabar, hingga DKI Jakarta, dengan target pembagian sekitar 60 rit (perjalanan angkut) per instansi.
“Sampah liar ini diperkirakan ada sekitar 1.200 kubik. 1.200 kubik ini kalau armada satu armada dump truck itu kapasitasnya kita anggap paling kecilnya 5 kubik berarti dibutuhkan sekitar 1.200 dibagi 5, berarti sekitar 600 rit,” ujar Donny Sirait di Tambun Selatan, Minggu (1/11).
Pihaknya telah mengatur strategi, dimana pengangkutan sampah dilakukan pada hari Minggu, agar tidak mengganggu pelayanan masyarakat.
Berkat kerja sama lintas sektoral, Pemkab Bekasi berhasil memangkas biaya pengolahan secara signifikan. Sampah rumah tangga yang sudah kering itu akan dikirim ke perusahaan untuk dilebur dan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.
“Nah dari 60 rit ini, itu akan kita kirim ke Aspex Kumbong (perusahaan), berkat kerja sama dengan KLH, Pak KDM, dengan Aspex Kumbong sehingga kita dikenakan biaya tipping fee, artinya nol rupiah. Juga dikirim ke TPA Burangkeng ini untuk dikelola oleh UPTD Burangkeng sebagai bahan bakar RDF,” terang Donny.
Sebagai langkah preventif agar Kabupaten Bekasi tidak terus-menerus menjadi tempat pembuangan sampah dari hulu sungai, Donny mendesak adanya penguatan infrastruktur perbatasan untuk menahan sampah. Pasalnya, kubus apung yang ada dinilai tidak lagi memadai saat debit air tinggi.
“Sehingga kalau ada penahanan di titik kilometer, kalau memang sampahnya dari Kota Bekasi tertahan disana dan merupakan kewajiban Kota Bekasi. Kalau selama ini masuknya sampai mengalir ke hilir, masuknya ke wilayah kita, sehingga TPA Kabupaten Bekasi jadi cepat penuh,” katanya.
Sementara, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkap asal muasal sampah rumah tangga yang telah menahun ini berasal dari TPST Sumur Batu dan TPST Bantargebang Kota Bekasi.
Sebagai upaya penanganan, Pemkab Bekasi mengalokasikan anggaran khusus demi menormalisasi aliran sungai. Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi telah berkomitmen untuk merapikan kawasan hulu melalui pembangunan jaring sampah dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar air lindi tidak mencemari lingkungan hingga ke Kali CBL.
“Dari Sumur Batu dan dari Bantargebang (sampah). Jadi karena sudah overload, sampah ini akhirnya jatuh ke Kali Jambe. Pemerintah daerah Kabupaten Bekasi dalam hal ini menganggarkan anggaran Rp2,3 miliar, untuk normalisasi,” tutup Asep. (ris)











