Berita Bekasi Nomor Satu

Revitalisasi Kawasan Pantura Kabupaten Bekasi Masuk Tahap Verifikasi

ILUSTRASI: Foto udara pemukiman warga terdampak abrasi di Muaragembong, belum lama ini.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,BEKASI– Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa revitalisasi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat di Kabupaten Bekasi memasuki tahap verifikasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai menempatkan perangkat daerahnya dalam tim terpadu persiapan pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus, agar dapat mempercepat program pembangunan daerah dan nasional.

Seperti diketahui di Kabupaten Bekasi terdapat sekitar 4.000 hektar area tambak aktif yang direncanakan masuk dalam PSN tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin mengungkap kehadiran PSN berupa revitalisasi Pantura Jabar ini merupakan angin segar untuk mendorong pemerataan pembangunan wilayah.

“Untuk revitalisasi Program PSN Pantura Jawa Barat, saat ini sudah memasuki tahap verifikasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui dinas terkait ikut dilibatkan dalam tim terpadu dan selanjutnya akan dibentuk satuan tugas atau Satgas,” kata Endin di Cikarang Pusat, Senin (2/11).

Menurutnya, keterlibatan aktif perangkat daerah dalam tim terpadu maupun Satgas harus dimaksimalkan. Koordinasi yang solid menjadi kunci utama agar eksekusi di lapangan berjalan tanpa hambatan.

“Program ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah yang terlibat harus dapat berusaha dengan baik dan memperkuat koordinasi,” ujarnya.

Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Pantura Jawa Barat sendiri merupakan agenda prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar serta kabupaten/kota terkait (Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu).

Program ini dirancang untuk menyelesaikan dua persoalan krusial di koridor utara, diantaranya mitigasi kerusakan ekologi pesisir (abrasi dan degradasi lingkungan) serta optimalisasi kawasan ekonomi perikanan/tambak produktif.

Melalui penataan ulang garis pantai dan modernisasi tambak budidaya modern (seperti udang vaname dan nila salin), lahan-lahan pesisir terlantar disulap menjadi sabuk pengaman lingkungan sekaligus pusat perikanan nasional.

Program ini ditargetkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi biru, serta memberikan kepastian tata kelola ruang pesisir yang lebih produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik dan penataan kawasan pesisir, Endin menyebut mega proyek revitalisasi Pantura Jabar ini juga menjanjikan bonus sosial bagi warga lokal.

Berdasarkan proyeksi kebutuhan di lapangan, program ini diproyeksikan mampu menyerap hingga ribuan tenaga kerja. Peluang emas ini dinilai menjadi instrumen penting bagi Pemkab Bekasi untuk menggerakkan roda perekonomian sekaligus menekan angka pengangguran secara signifikan.

“Program ini juga menjadi peluang bagi masyarakat karena nantinya akan terbuka lapangan pekerjaan dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai ribuan orang. Hal ini tentu menjadi kesempatan yang perlu kita manfaatkan untuk membantu menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya.

Di sisi lain, momentum verifikasi PSN ini beriringan dengan tantangan tenggat waktu anggaran tahunan. Mengingat kalender anggaran yang menyisakan waktu dua bulan menjelang akhir tahun, seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Bekasi diminta untuk tidak menunda pekerjaan.

Terutama dalam akselerasi program, serta penguatan sinergi antar dinas agar target-target pembangunan tercapai secara optimal dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (ris)