RADARBEKASI.ID,BEKASI – Tim futsal putra Kota Bekasi sukses meraih medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026 setelah menumbangkan Kabupaten Bogor 5-4 di partai final.
Kemenangan tersebut diraih melalui pertandingan sengit setelah Kota Bekasi sempat tiga kali tertinggal dari lawannya.
Pelatih futsal putra Kota Bekasi, Ananda Aprizal, menyebut keberhasilan anak asuhnya usai membalikkan keadaan tidak lepas dari kekuatan mental para pemain.
Menurutnya, pertandingan final menjadi ujian ketenangan dan keberanian karena kedua tim sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing.
“Ini udah bukan pertarungan taktik teknik lagi, tapi pertarungan mental dan nyali sebenarnya. Siapa yang kuat mental, siapa yang nyalinya lebih siap, dia pemenang sebenarnya,” ujar Ananda.
Dia menjelaskan, saat jeda pertandingan, dan tertinggal 2-3 dirinya meminta para pemain lebih sabar dalam membangun serangan. Sebab, pada babak pertama, anak asuhnya dinilai terlalu terburu-buru melakukan penyelesaian akhir.
“Resepnya cuman satu, cuman sabar. Anak-anak babak pertama terlalu buru-buru. Anak-anak babak pertama pengin eksekusi langsung ke depan gawang,” jelasnya.
Selain memperbaiki kesabaran dalam menyerang, Kota Bekasi juga mengubah pendekatan permainan dengan lebih menekan Kabupaten Bogor. Strategi tersebut berbeda dibandingkan pertemuan pertama tim pada fase grup yang berakhir imbang 0-0.
“Strategi khususnya cuman satu, tekan. Kalau di babak grup kita menunggu, kita dibombardir, tapi di partai puncak kita menekan,” ungkap Nanda sapaannya.
Keberhasilan meraih medali emas tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi futsal Kota Bekasi. Nanda menyebut pencapaian itu sebagai sejarah bagi masyarakat futsal di daerahnya. Meski demikian, dia meminta para pemain tidak cepat berpuas diri karena masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan prestasi ke jenjang berikutnya.
“Ya alhamdulillah, sejarah untuk masyarakat futsal kota Bekasi, alhamdulillah,” katanya.
Nanda juga mengakui sejumlah kesalahan dalam permainan sempat terjadi di laga final. Namun, dia menegaskan kesalahan dalam permainan harus segera diperbaiki dan tidak boleh membuat pemain kehilangan kepercayaan diri.
“Dalam permainan salah pasti, tapi gimana caranya kita harus bangkit dan harus kita balikin keadaan,” pungkasnya. (rez)











