Berita Bekasi Nomor Satu

Tingkatkan Perhatian Terhadap Remaja

ILUSTRASI: ASN beraktivitas di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bekasi sebelum pandemi, beberapa waktu lalu.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembinaan anak-anak hingga remaja harus menjadi fokus utama Pemkot Bekasi guna meminimalisir perilaku negatif yang kerap terjadi di masyarakat.

Upaya untuk menghalau tindak kriminal kalangan remaja perlu, termasuk mengantisipasi aksi tawuran.

Hingga saat ini, ada beberapa kelompok remaja yang berhasil dihalau diduga hendak melakukan aksi tawuran. Beberapa diantaranya harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran kedapatan membawa senjata tajam.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Latu Har Hary menilai intensitas tawuran meningkat. Remaja harus menjadi fokus Pemkot dewasa ini.

Kegiatan bisa diinisiasi dengan melibatkan remaja guna meminimalisir tindakan negatif.

“Anak-anak muda kalau dilibatkan luar biasa. Ada festival ramadan lah, ada UMKMnya, ada ceramahnya. Saya kira kalau dikemas menarik, penceramahnya juga disukai oleh anak-anak muda, banyaklah yang bisa tersentuh,” katanya.

Alternatif lain yang pernah digagas adalah dengan cara mengaktifkan jam malam untuk pelajar dan remaja. Jika aturan jam malam dibuat, maka akan membatasi ruang gerak remaja, khususnya pelajar.

“Tapi kan itu akan berdampak juga pada remaja lain yang memang tidak melakukan hal itu, kan mengunci semuanya,” ungkapnya.

Selain itu kata Latu, peran paling utama adalah pengawasan dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Untuk meningkatkan fungsi pengawasan, dibutuhkan edukasi secara masif kepada tiap keluarga.

“Kalau tidak melakukan seperti itu, ya kita akan melihat banyak anak-anak remaja, iron stock masa depan kita yang meninggal akibat tawuran,” tambahnya.

Selama ini, akibat fatal dari perilaku negatif remaja satu ini adalah jatuhnya korban jiwa, atau anak-anak harus berhadapan dengan hukum.

Pada usia yang masih tergolong anak-anak, hukuman atas perbuatan hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia tidak bisa dijatuhkan maksimal, hal ini tidak jarang mengecewakan keluarga korban lantaran anak mereka meninggal dunia.

Catatan Radar Bekasi pada beberapa peristiwa, seluruhnya yang kedapatan berkumpul dalam jumlah besar hingga terpaksa diamankan oleh petugas kepolisian berusia remaja, bahkan berstatus pelajar.(sur)