Berita Bekasi Nomor Satu

Belasan CPNS Bekasi Mundur

Illustrasi Plt Wali Kota Tri Adhianto bersama 227 CPNS penerima SK CPNS di Balai Patriot, Senin (4/4).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketika banyak orang memimpikan bisa bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun sejumlah warga yang sudah dinyatakan lolos seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) ini justru mundur. Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mencatat ada 1.921 peserta seleksi pada 2022 yang mengundurkan diri. Sementara di Kota Bekasi ada 12 orang yang memilih mundur.

Tahun 2022 lalu, dibuka sebanyak 1.828 lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ribuan formasi tersebut terdiri dari 1.313 guru, 285 Tenaga Kesehatan (Nakes), dan 230 Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Dua dari tiga formasi sudah diangkat menjadi PPPK, menyisakan Petugas Damkar yang saat ini proses pengangkatannya masih berlangsung. Terakhir kali, Pemkot Bekasi memberikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada PPPK guru.

“Untuk Disdik (guru) total itu 1.313, mengundurkan diri enam, meninggal tiga, pensiun satu. Menjadi 1.303,” kata Kepala Bidang Administrasi dan Pengembangan Karir Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi, Meri Soniati, Senin (7/8).

Sementara untuk Nakes, dari total 285, dua diantaranya mengundurkan diri. Beberapa hal yang melatarbelakangi pengunduran diri ini kata Meri, peserta seleksi tidak melanjutkan proses administrasi berupa pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) sehingga secara otomatis dianggap mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan. Kedua, peserta seleksi menyatakan pengunduran dirinya dengan membuat surat pernyataan.

Terkait dengan penghasilan atau gaji, Meri menyebut besaran gaji PPPK maupun PNS di Indonesia sama.
“Tidak mengisi DRH, mengundurkan diri, ada juga yang membuat surat pernyataan karena memang tidak mau menerima (pengangkatan sebagai ASN), dan juga meninggal dunia,” ungkapnya.

Dalam satu tahun, total ASN yang memasuki masa pensiun di Kota Bekasi berkisar 300 hingga 400 orang. Tahun 2023 ini, Pemkot Bekasi mengusulkan lowongan PPPK sebanyak 625 untuk formasi guru.

Ratusan formasi ini diperuntukkan bagi pelamar yang telah mengikuti seleksi penerimaan PPPK pada tahun 2021, dan dipastikan telah lulus Passing Grade.”Usulan (PPPK) 2023 sebanyak 625 untuk guru. Sekarang sedang proses pengusulan,” tambahnya.

Sebelumnya Plt Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto mengatakan bahwa pengunduran diri ribuan peserta seleksi CASN 2022 dilatarbelakangi berbagai alasan, diantaranya ketidaksesuaian pekerjaan dan penghasilan dengan ekspektasi pelamar, hingga lokasi penempatan.

“Terhitung selama pelaksanaan seleksi PPPK 2022, bahwa terdata sebanyak 1.921 peserta seleksi mengundurkan diri dengan sejumlah alasan,” katanya dalam keterangan resmi.

Menjelang pembukaan seleksi pada tahun 2023 yang dijadwalkan berlangsung mulai September nanti, pelamar diminta untuk mempertimbangkan betul-betul beberapa hal sebelum mendaftar. Sedangkan seluruh instansi pemerintah, dihimbau untuk mempertimbangkan lebih detail tahapan seleksi administrasi, sehingga tidak ada pelamar yang dirugikan.

Tambahan keterangan informasi akan dipersiapkan guna mengantisipasi adanya peserta seleksi yang mengundurkan diri. Tambahan informasi tersebut berisi uraian tugas, kelas jabatan, penghasilan yang diterima, hingga jenjang jabatan secara terperinci.

“Untuk itu BKN akan menyediakan keterangan rincian informasi setiap jabatan pada formasi yang dilamar,” ucapnya.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) mengumumkan pemerintah membuka lowongan CPNS sebanyak 572.496 untuk instansi pemerintah pusat dan daerah, dioptimalkan untuk penanganan tenaga non ASN. Alokasi formasi CPNS instansi pemerintah pusat terdiri dari PNS dan PPPK, sedangkan pemerintah daerah dialokasikan khusus PPPK Nakes, guru, dan tenaga teknis.

Proses seleksi dimulai pada September 2023. “Kami menjamin semuanya fair, tidak bisa titip-menitip. Kita berharap ASN bisa melahirkan kinerja berdampak yang dapat dirasakan masyarakat, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,” kata Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas.

Arah kebijakan pada seleksi CASN tahun ini kata Anas, fokus terkait dengan pelayanan dasar guru dan tenaga kesehatan. Selanjutnya memberi kesempatan rekrutmen untuk talenta digital dan data scientist, serta mengurangi rekrutmen pada formasi yang akan terdampak transformasi digital. “Hampir 80 persen formasi 2023 untuk guru dan tenaga kesehatan,” ungkapnya. (sur)