RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, mendorong agar sistem pendidikan di Kabupaten Bekasi, untuk dibenahi dan butuh pembinaan sikap pelajar, menyusul banyaknya aksi perundungan (bullying) di satuan pendidikan.
Bullying bisa berupa kekerasan fisik, verbal, sosial, atau daring, adalah perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang, atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik atau psikologis.
”Jujur, saya baru mengetahui adanya perundungan itu dari berita serta media sosial, yang terjadi dua pekan lalu di satuan pendidikan,. Hanya saja, videonya beredar baru baru ini,” ujarnya.
Maka dari itu, kata Nyumarno, perlu pembenahan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, diharapkan punya semangat dan ketegasan untuk menciptakan generasi yang berkualitas, dan mampu berdaya saing.
Menurut dia, setidaknya pergerakan masif ini jangan hanya berbuat setelah adanya sebuah peristiwa perundungan pada pekan lalu di wilayah Serang Baru dan Cikarang Utara.
“Jadi perlu ketegasan. Sehingga ada efek jera bagi siswa/siswi yang nantinya bisa berpikir dua kali saat ingin melakukan perbuatan-perbuatan tercela di sekolah,” harapnya.
Kemudian, dalam kurikulum sekolah juga perlu dimantapkan lagi pendidikan karakter, untuk menguatkan mental siswa/siswi.
”Jadi harus terbentuk sebuah sistem. Sehingga apabila ada peristiwa atau kasus, sudah paham dalam menanganinya, dan bisa diselesaikan permasalahannya,” beber Nyumarno.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturahman mengklaim, pihaknya telah melakukan sejumlah kunjungan ke sekolah, dengan melibatkan TNI/Polri, termasuk pihak kecamatan sesuai domisili sekolah.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan besar yang tengah diupayakan bersama melalui gerakan Merdeka Belajar, adalah terwujudnya satuan pendidikan yang aman dan nyaman.
“Memang kami harus mengambil langkah-langkah berani untuk melindungi para pelajar di satuan pendidikan dari perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual,” tuturnya. (and)











