RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 600 personel gabungan mengikuti apel siga bencana. Menyusul informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Pulau Jawa Bagian Barat, termasuk Kota Bekasi telah memasuki musim penghujan.
Musim penghujan, diperkirakan sudah mulai pada November 2023 ini dan akan betlangsung mencapi puncaknya pada Februari 2024.
Mengantisipasi terjadi bencana pada musim penghukan itu, Pemkot Bekasi menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota Bekasi tentang Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Daerah Kota Bekasi Nomor: 360/Kep.486-BPBD/XI/2023.
BACA JUGA: Masyarakat Diminta Tingkatkan Mitigasi Bencana
Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2023 itu berlangsung di Lapangan Plaza Pemkot Bekasi Jalan A Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (21/11/2023).
Rangkaian apel kesiapsiagaan bencana itu, di antaranya pelantikan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Daerah Kota Bekasi, tadi pagi.
Dalam apel itu, Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad menyampaikan, kegiatan sebagai bentuk bersiapsiagaan Pemkot Bekasi dalam menghadapi potensi bencana memasuki musim penghujan yang puncaknya menurut BMKG ini diawali di bulan November sampai dengan Februari 2024.
BACA JUGA: Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang
“Nah ini bukan kali pertama Kota Bekasi melakukan persiapan ini. Tetapi ini sebagai langkah yang rutin dilakukan untuk salah satu mengecek semua peralatan sarana prasarana yang kita miliki. SDM juga untuk sekarang sudah harus siaga 1 menghadapi potensi bencana yang akan datang khususnya banjir yang ada di wilayah kita,” papar Gani sapaan akrabnya, usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Selasa (20/11/2023).
Sementara, apel gabungan kesiapsiagaan ini diikuti oleh 600 personil gabungan TNI, Polri dan serta beberapa elemen masyarakat lainnya.
Ia juga mengaku, dampak bencana yang akan terjadi di Kota Bekasi. Pada prinsipnya petugas harus siap siaga.
“Tentunya potensi bencan ada di masing-masing wilayah kecamatan. Maka petugas akan standby di wilayah dan semua sarana dan prasarana sudah kita siapkan. Mudah-mudahan bisa ditangani dengan cepat oleh petugas di lapangan,” tandasnya. (pay)











