RADARBEKASI, BEKASI – Longsor gunungan sampah di Zona IV Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, menewaskan tiga orang.
Peristiwa longsor terjadi ketika sejumlah truk tengah mengantre untuk membuang sampah di zona aktif pembuangan. Tumpukan material sampah yang sudah menggunung tiba-tiba ambruk dan menyeret kendaraan yang berada di jalur antrean.
Tak hanya menimbun korban, longsoran tersebut juga dilaporkan menyeret beberapa truk hingga masuk ke saluran air di sekitar lokasi yang dikenal sebagai Kali Ciketing.
Seorang warga Bagong yang berada di sekitar lokasi mengatakan kondisi TPST Bantar Gebang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, sistem pengelolaan yang masih menggunakan metode open dumping atau penumpukan terbuka membuat tumpukan sampah rawan longsor.
“Memang kondisinya sudah kritis. Sampah hanya ditumpuk begitu saja, jadi rawan longsor. Informasinya ada satu sopir dan dua pemulung yang jadi korban,” ujarnya, Minggu (7/3).
Ia menambahkan, saat kejadian sejumlah kendaraan memang tengah mengantre untuk membuang sampah ke Jonak 4. Jalur tersebut biasa digunakan sebagai tempat antrean truk agar tidak memicu kemacetan di area pembuangan.
Warga juga menyebut beberapa kendaraan sempat terseret hingga ke saluran air. Hal ini membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit karena posisi kendaraan berada di area yang cukup dalam dan tertutup sampah.
Korban diduga tertimbun cukup lama sebelum berhasil ditemukan. Warga memperkirakan peluang selamat sangat kecil karena korban berada di bawah tumpukan sampah lebih dari satu jam.
“Kalau tertimbun sampah 10 sampai 15 menit saja bisa meninggal. Apalagi ini sudah lebih dari satu jam. Gas dari sampah juga berbahaya,” katanya.
Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di lokasi tersebut. Beberapa bulan lalu, longsor serupa juga terjadi di area yang sama hingga menyebabkan tiga truk sampah terseret masuk ke saluran air.
Kondisi tersebut membuat warga sekitar khawatir kejadian serupa akan kembali terulang, terutama saat musim hujan yang membuat tumpukan sampah menjadi lebih labil dan mudah bergeser.
“Kami khawatir kalau hujan terus, longsor lagi. Sampahnya sudah terlalu menumpuk,” ujar warga.
Masyarakat pun berharap pengelolaan sampah di TPST Bantar Gebang ke depan tidak lagi hanya mengandalkan penumpukan. Warga meminta agar pengolahan sampah mulai dilakukan sejak dari sumber untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Sementara itu, hingga kini sejumlah alat berat masih dikerahkan untuk membersihkan longsoran sampah dan melakukan pencarian guna memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun di lokasi kejadian. Belum ada keterangan pihak berwenang terkait insiden ini.
Sementara, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa tiga korban jiwa telah ditemukan dalam peristiwa tersebut.
“Telah terjadi longsor di zona IV TPA Bantargebang pada tw 0308 1529 G dan sudah ditemukan tiga korban jiwa,” kata Desiana dikutip dalam keterangan tertulis.
Desiana menyebutkan peristiwa dilaporkan terjadi sore tadi sekitar pukul 15.29 WIB. Ia menjelaskan, saat kejadian banyak kendaraan truk serta sejumlah orang yang sedang beraktivitas di lokasi. Selain itu, terdapat beberapa bangunan warung di sekitar area yang terdampak longsoran.
Saat ini, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan serta upaya penyelamatan.
“Masih dalam pendataan dan masih banyak kendaraan truk sampah yang tertimbun dan warung di lokasi area. Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban,” kata Desian.
“Tim USS Bekasi tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan instansi dan potensi yang berada di lapangan,” imbuhnya. (rez)











