Berita Bekasi Nomor Satu

Polri Tanam Jagung 50 Hektare di Cikarang, Pasok Bahan Baku Makan Bergizi Gratis

TANAM JAGUNG: Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menanam jagung di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Sabtu (8/3). FOTO: HUMAS POLRES

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polri menanam jagung di lahan seluas 50 hektare di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Hasil panen dari lahan tersebut disiapkan untuk memasok bahan baku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan keterlibatan Polri merupakan bentuk dukungan konkret dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Lahan seluas 50 hektare yang dikelola Polda Metro Jaya, kata dia, akan terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok untuk kebutuhan MBG di SPPG.

“Polda Metro Jaya sudah menanam di lahan 50 hektare dan ini akan dikembangkan. Sesuai dengan instruksi dari Bapak Presiden bahwa lahan yang ditanam selain jagung juga merupakan bagian daripada ekosistem rantai pasok untuk kebutuhan SPPG yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya,” ucap Dedi, Sabtu (7/3).

Program ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan petani dan petambak lokal di Kabupaten Bekasi. Salahsatu langkah yang ditempuh adalah memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak melalui skema pembiayaan yang lebih sehat.

Pada 2026, Polri mulai menggandeng perbankan nasional yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani.

“2026 ini kita bekerja sama dengan Himbara yang memberikan KUR kepada kelompok tani. Ini penting dalam rangka untuk memutus mata rantai tengkulak dan meningkatkan kesejahteraan petani sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Polri juga menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, hingga kelompok masyarakat. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga penyediaan bibit, pupuk, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui koperasi Polri.

Menurut Dedi, pola kemitraan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi petani dalam rantai produksi. Selain melalui perbankan Himbara, dukungan permodalan juga dapat berasal dari pihak swasta maupun koperasi yang berada di lingkungan Polri.

Secara nasional, pada kuartal pertama 2026 Polri menargetkan penanaman jagung lebih dari 100 ribu hektare. Program ini merupakan kelanjutan dari upaya pada 2025.

Dedi menyebut, pada 2025 Polri telah merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661 ribu hektare dari target satu juta hektare. Pada 2026, kekurangan luasan tersebut ditargetkan dapat terpenuhi seiring target nasional penanaman jagung yang mencapai sekitar empat juta hektare.

“Kekurangan di satu juta hektare untuk 2026 ini insyaallah akan dipenuhi juga dengan target panen tadi kurang lebih empat juta hektare,” tandasnya. (ris)