RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi menyiagakan sebanyak 1.238 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Jaya 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026.
“Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat Jaya 2026 di wilayah hukum Polres Metro Bekasi akan melibatkan sebanyak 1.238 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait,” ucap Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni usai memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Gedung Promoter, Kantor Polres Metro Bekasi, Cikarang Utara, Selasa (10/3)
Menurut Sumarni, pengerahan ribuan personel ini merupakan respons terhadap kompleksitas wilayah Kabupaten Bekasi yang dihuni sekitar 3,6 juta jiwa. Kabupaten Bekasi juga dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
“Dengan luas wilayah mencapai 127.388 hektare, pengamanan akan dilakukan secara ketat di 23 kecamatan, 180 desa, dan 7 kelurahan guna menjaga stabilitas keamanan di tengah tingginya dinamika sosial masyarakat,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026, personel gabungan akan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi.
Fokus utama petugas di lapangan adalah menciptakan rasa aman bagi jutaan buruh dari sekitar 5.091 perusahaan di Kabupaten Bekasi yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
“Tujuan utama operasi ini adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idulfitri,” terang Sumarni.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Metro Bekasi telah memetakan 10 titik krusial yang akan dijaga selama operasi berlangsung. Titik tersebut terdiri dari satu Pos Terpadu di Gedung Juang, empat Pos Pengamanan (Pospam), serta lima Pos Pelayanan (Posyan).
Pos-pos tersebut tersebar di sejumlah lokasi strategis, mulai dari jalur arteri perbatasan Kedung–Karawang, Terminal Kalijaya, Stasiun Cikarang, hingga titik istirahat di Rest Area KM 19 dan KM 39.
“Akan didirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang terdiri dari 1 Pos Terpadu di Gedung Djuang, 4 Pos Pengamanan di titik strategis, serta 5 Pos Pelayanan yang berada di Rest Area KM 19A/B, Rest Area KM 39, Terminal Kalijaya, dan Stasiun Cikarang,” katanya.
Selain pengamanan jalur mudik, personel gabungan juga akan memberikan pelayanan bagi masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik. Petugas akan melakukan patroli rutin pada jam-jam rawan kriminalitas serta menyediakan fasilitas penitipan kendaraan bermotor guna menekan angka pencurian selama momentum Lebaran.
“Fokus pelayanan kepada masyarakat akan meliputi patroli bersama pada jam rawan, layanan pelaporan rumah yang ditinggal mudik, fasilitas penitipan kendaraan, serta pengamanan jalur mudik, tempat wisata, dan pusat keramaian,” tutup Sumarni. (ris)











