RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kabar duka atas wafatnya penyanyi Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Salah satu sosok yang sangat merasakan kehilangan tersebut adalah presenter sekaligus pengusaha Raffi Ahmad, sahabat dekat Vidi selama bertahun-tahun.
Belum lama ini, Raffi Ahmad menceritakan kenangan terakhirnya bersama Vidi Aldiano. Dalam cerita tersebut, suami Nagita Slavina itu mengungkapkan bahwa ada sebuah janji yang belum sempat ia tepati kepada sang sahabat hingga akhirnya Vidi mengembuskan napas terakhirnya pada usia 35 tahun.
Kisah haru tersebut diungkap Raffi saat menjadi pembawa acara dalam program FYP yang tayang di Trans7. Potongan acara itu kemudian kembali ramai diperbincangkan setelah diunggah ulang oleh akun TikTok @michaelfor62.
Menurut Raffi, momen komunikasi terakhirnya dengan Vidi terjadi pada penghujung tahun 2025. Saat itu, Vidi sedang menghadapi masa yang sangat berat dalam hidupnya.
Selain berjuang melawan kanker ginjal stadium akhir yang telah dideritanya selama sekitar enam tahun, Vidi juga harus menghadapi persoalan hukum yang cukup serius terkait dugaan pelanggaran hak cipta lagu Nuansa Bening.
Gugatan tersebut diajukan oleh Keenan Nasution bersama Rudi Pekerti ke Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 16 Mei 2025.
Dalam gugatan tersebut, pihak penggugat menyatakan bahwa izin penggunaan lagu yang diberikan kepada Vidi pada 2008 hanya berlaku untuk distribusi dalam format fisik.
Sementara itu, penggunaan lagu dalam distribusi digital serta penampilan di puluhan konser dianggap melanggar hak cipta. Nilai gugatan yang diajukan pun tidak sedikit, yakni mencapai Rp28,4 miliar.
Kuasa hukum Vidi, Yakup Hasibuan, sempat mengungkap bahwa proses hukum tersebut memberi tekanan tersendiri terhadap kondisi psikologis kliennya yang saat itu masih menjalani perawatan intensif.
Di tengah tekanan kesehatan dan masalah hukum yang dihadapinya, Vidi sempat mencurahkan kegelisahannya kepada Raffi Ahmad melalui panggilan video pada Desember 2025.
Raffi mengenang bagaimana sahabatnya itu tampak kebingungan menghadapi gugatan dengan nilai fantastis tersebut.
Baca Juga: Heboh IQ Reza Arap 85 Jadi Trending, Ini Penjelasan Psikolog yang Menanganinya
“Soal polemik masalah lagu, dia itu pusing. Aku bilang sama Vidi, ‘pokoknya Vidi Insya Allah enggak kenapa-kenapa, enggak usah takut,’ karena kan dia digugat berapa puluh miliar,” kenang Raffi.
Sebagai sahabat, Raffi mencoba memberikan dukungan moral agar Vidi tetap kuat menghadapi situasi yang sedang dijalaninya. Ia bahkan sempat menyampaikan janji untuk terus mendukung Vidi dari belakang.
“Aku sama Ariel video call, ‘udah Vid, Insya Allah gue jagain dari belakang. Aman Insya Allah,’” ujarnya.
Meski sempat menimbulkan tekanan besar, proses hukum tersebut akhirnya berakhir dengan hasil yang cukup melegakan bagi Vidi.
Pada November 2025, majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk tidak menerima gugatan yang diajukan oleh Keenan Nasution. Gugatan tersebut dinilai memiliki cacat formil karena tidak melibatkan sejumlah pihak penting, seperti penyelenggara konser dan platform distribusi musik digital.
Dengan putusan tersebut, Vidi Aldiano dinyatakan memenangkan perkara dan terbebas dari tuntutan yang sempat membayangi dirinya.
Di balik berakhirnya perkara hukum tersebut, Raffi menyimpan penyesalan pribadi. Dalam percakapan terakhir mereka pada Desember 2025, Raffi sempat berjanji akan menyempatkan diri datang ke rumah Vidi untuk sekadar bertemu dan berbincang.
Namun rencana tersebut terus tertunda karena kesibukan masing-masing.
Waktu ternyata tidak berpihak. Raffi baru datang ke rumah Vidi ketika sahabatnya itu sudah lebih dulu berpulang.
“Itu terakhir kali komunikasi di bulan Desember. Aku sempat janji mau main ke rumah Vidi tapi nggak sempat,” ujar Raffi.
Ia menambahkan bahwa dirinya datang bersama Ariel Noah setelah mendengar kabar duka tersebut.
“Terus pas Vidi meninggal kita janjian bareng sama Ariel. Pas ke rumah dia, dianya udah berpulang,” pungkas Raffi dengan nada penuh kesedihan. (ce2)











