Berita Bekasi Nomor Satu

Alat Berat Kehabisan BBM, TPA Burangkeng Lumpuh

BERHENTI BEROPERASI: Sejumlah alat berat terparkir di area TPA Burangkeng, Setu, Kamis (23/4). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Operasional alat berat penata sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, terhenti akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Dampaknya, aktivitas pengelolaan sampah di lokasi tersebut lumpuh sejak Kamis (23/4).

Mandeknya alat berat berimbas pada distribusi sampah. Puluhan truk pengangkut mengantre panjang di akses masuk hingga area parkir TPA. Berbeda dari kondisi normal, truk-truk tersebut tertahan dengan muatan penuh karena sampah belum dapat dipindahkan ke titik pembuangan.

Kepala UPTD TPA Burangkeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Samsuro, mengatakan kondisi tersebut baru terjadi pada Kamis (23/4).

“Kalau kemarinnya normal, enggak ada masalah,” ujar Samsuro, Kamis (23/4).

Menurutnya, alat berat yang beroperasi di TPA Burangkeng merupakan kerja sama dengan perusahaan pihak ketiga. Kerja sama tersebut termasuk operator, perawatan, dan BBM.

Terdapat 22 unit alat berat yang masing-masing mengonsumsi sekitar 150 liter per hari, sehingga total kebutuhan mencapai sekitar 3.000 liter per hari. Saat ini, Samsuro menyebut seluruh unit berhenti beroperasi.

Ia menjelaskan, pihak ketiga menyampaikan bahwa pasokan BBM industri yang biasanya mudah diperoleh kini mulai sulit.

“Pertama katanya karena BBM industri lagi naik-naiknya. Kedua karena dari penyedianya emang agak sulit. Pesennya kemarin dikirimnya bisa satu dua hari. Sekarang enggak nyampe-nyampe, sulit dapatnya,” ungkap Samsuro.

Menurutnya, pihak ketiga menyebut bahwa harga BBM industri mengalami kenaikan. Kini, harga BBM disebut cukup drastis.

“Harga BBM industri yang biasanya berada di angka Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter, sekarang Rp35 ribu per liter,” katanya.

Samsuro mengatakan, pihak ketiga telah mengajukan perubahan kontrak kerja sama. Hal itu menyusul kenaikan harga BBM industri.

“Sejak minggu kemarin udah ada permohonan dari pihaknya dia untuk penyesuaian harganya. Harga sewanya disesuaikan lagi karena dengan kondisi harga BBM yang melambung tinggi,” sambung Samsuro.

Meski dampak langsung ke masyarakat belum terlihat signifikan, ancaman gangguan pelayanan pengangkutan sampah berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan jika pasokan BBM tidak segera normal. Pasalnya, armada truk sampah masih tertahan di dalam area TPA dan belum dapat kembali ke wilayah tugas masing-masing.

“Memang yang kami khawatirkan pelayanan itu. Berharap bisa segera ada,” pungkasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, memastikan tidak ada kendala stok BBM industri.

“Tidak ada kendala stok Solar,” kata Satria. (ris)