RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proyek penanggulangan banjir di Bintara Jaya justru kandas di tengah jalan. Pembangunan polder yang sudah dimulai sejak 2025 dihentikan total setelah penolakan belasan warga, sementara kawasan tetap rawan genangan saat hujan deras.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, membenarkan proyek tersebut kini berhenti. Serapan anggaran pun baru menyentuh angka minim.
“Baru sekitar tujuh persen, lalu dihentikan karena ada penolakan warga,” ujarnya.
Penolakan datang dari 18 warga yang mempersoalkan desain proyek yang dinilai tak sesuai proposal awal. Mereka menginginkan konsep yang lebih lengkap, termasuk ruang terbuka seperti taman.
Namun, Ketua RW 11 Kelurahan Bintara Jaya, Erri Syafruddin Pasaribu, menegaskan mayoritas warga justru mendukung proyek itu dilanjutkan. Ia menyebut polder sangat dibutuhkan karena wilayahnya kerap tergenang akibat kontur tanah yang lebih rendah.
“Kalau hujan deras, jalan pasti tergenang. Polder ini setidaknya bisa meminimalisir banjir,” katanya.
Erri juga memastikan sosialisasi sudah dilakukan sejak awal. Namun, perbedaan ekspektasi soal desain menjadi pemicu utama penolakan.
“Idealnya memang ada polder, taman, dan fasilitas lain. Tapi pelaksanaannya tidak bisa langsung lengkap,” jelasnya.
Hingga kini, belum ada kepastian kelanjutan proyek. DBMSDA disebut masih akan mencoba membuka komunikasi ulang dengan warga sebelum mengambil keputusan.
“Kita pendekatan lagi. Kalau warga sudah oke, baru kita lanjutkan,” kata Idi.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengingatkan proyek tak bisa serta-merta dilanjutkan karena terbentur siklus anggaran. Alokasi dana yang semula ada di APBD 2025 tidak otomatis tersedia di 2026.
“Karena tidak dialokasikan lagi di 2026, wajar kalau dihentikan. Sekarang tinggal menunggu apakah bisa masuk perubahan anggaran atau 2027,” ujarnya.
Meski begitu, ada sinyal positif. Informasi terakhir menyebut warga yang sempat menolak mulai melunak dan menyetujui kelanjutan proyek.(sur)











