RADARBEKASI.ID, BEKASI – Musyawarah Kota (Mukota) ke-VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi akhirnya menetapkan ketua baru sekaligus menyatukan kepengurusan yang sebelumnya terpecah. Dalam forum tersebut, Qadar Ruslan Siregar terpilih sebagai Ketua Kadin Kota Bekasi periode 2026–2031.
Mukota yang digelar kemarin dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, dan turut dihadiri berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, serta pengurus Kadin dari kabupaten/kota sekitar.
Ketua Organizing Committee (OC) Mukota Kadin Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, mengatakan tahapan Mukota telah dimulai sejak Februari, mulai dari pendaftaran peserta hingga calon ketua, hingga puncak pelaksanaan Mukota.
Sejak dibuka, pendaftaran calon Ketua Kadin Kota Bekasi hanya diikuti satu pendaftar.
“Hari ini akan kita musyawarahkan sehingga yang terpilih nanti bisa menjadi perekat para pelaku usaha, dan bisa merangkul sehingga Kadin Kota Bekasi bisa lebih dinamis, dan tentu bisa bersinergi para pelaku usaha serta pemerintah daerah,” katanya, Kamis (7/5).
Hasil Mukota kemudian menetapkan Qadar Ruslan Siregar sebagai Ketua Kadin Kota Bekasi. Di awal kepemimpinannya, ia berkomitmen melakukan konsolidasi internal sesuai arahan Kadin Provinsi Jawa Barat.
“Saya akan mengakomodir semua potensi pengusaha-pengusaha lokal yang ada untuk bersama-sama berhimpun di Kadin Kota Bekasi,” ungkap Ruslan.
Selain memperkuat internal organisasi, Qadar Ruslan juga menegaskan pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah daerah sesuai dengan amanat UU bahwa Kadin merupakan mitra strategis pemerintah.
Ia bertekad menjadikan Kadin sebagai rumah bagi seluruh pelaku usaha di Kota Bekasi, mulai dari pelaku usaha kecil, menengah, hingga pelaku usaha besar. Diyakini, pertumbuhan pelaku usaha ini akan berdampak positif bagi perekonomian Kota Bekasi.
“Potensi-potensi yang ada itu akan kami tumbuh dan kembangkan, sehingga secara langsung dan tidak langsung akan membantu Pemda Kota Bekasi,” tambahnya.
Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, mengapresiasi pelaksanaan Mukota tersebut karena berhasil membentuk kepengurusan baru sekaligus menyatukan organisasi yang sempat terpecah.
“Ini adalah satu contoh bagi daerah-daerah lain, bahwa musyawarah di Kota Bekasi ini bisa kondusif dan menciptakan sosok pimpinan yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia berharap ketua terpilih dapat mengayomi seluruh anggota Kadin Kota Bekasi, mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi, serta menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah daerah.
“Saya yakin ketua-ketua Kadin selanjutnya hasil musyawarah ini bisa bermitra dengan baik, bisa menjadi nahkoda yang baik bagi para pelaku usaha yang ada di Kota Bekasi,” tambahnya. (sur)











