RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Persija Jakarta dipastikan tersingkir dari persaingan gelar juara BRI Super League 2025/2026 meski kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu masih menyisakan dua pertandingan lagi.
Kapten Persija, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter Jakmania melalui unggahan di akun Instagram pribadinya menyusul hasil yang jauh dari target tim musim ini.
“Musim ini masih menyisakan dua laga sisa, tetapi posisi Persija sudah bisa dipastikan berada di posisi ketiga. Posisi di akhir klasemen yang jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan. Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania,” kata Ridho, Selasa.
Permintaan maaf tersebut disampaikannya setelah Persija takluk 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda. Kekalahan itu sekaligus mengubur mimpi tim Macan Kemayoran untuk meraih gelar juara musim ini.
Ridho mengakui perjalanan Persija sepanjang musim tidak berjalan mudah. Padahal, tim besutan Mauricio Souza sempat menunjukkan performa menjanjikan pada awal kompetisi sebelum mengalami penurunan memasuki tahun 2026.
Sepanjang tahun 2026, Persija tercatat gagal meraih kemenangan dalam tujuh dari total 17 pertandingan yang dijalani. Rinciannya, empat kali kalah dan tiga laga lainnya berakhir imbang.
Macan Kemayoran juga sempat mengalami paceklik kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun setelah ditahan imbang Borneo FC Samarinda dan Dewa United di kandang, serta kalah dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Rentetan hasil buruk itu membuat Persija gagal bersaing dengan Persib dan Borneo FC yang kini masih bersaing ketat di papan atas klasemen dengan koleksi poin sama, yakni 75 angka.
“Yang terpenting kita harus mengambil suatu pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat,” kata bek tengah berusia 24 tahun itu.
Pada kesempatan yang sama, Ridho turut menyinggung insiden yang terjadi seusai pertandingan kontra Persib Bandung. Ia menegaskan rivalitas hanya berlangsung selama pertandingan dan hubungan antarpemain tetap berjalan baik di luar lapangan.
“Adanya insiden itu yang menimbulkan tafsir bermacam-macam, biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya. Namun yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan, selesai semua itu kami para pemain telah menjalin komunikasi dengan baik,” kata Ridho.
Lebih lanjut, pemain tim nasional Indonesia tersebut memastikan Persija tetap bertekad menutup musim dengan hasil maksimal lewat dua laga tersisa menghadapi Persik Kediri pada 16 Mei dan Semen Padang FC pada 23 Mei mendatang.
Jika mampu menyapu bersih dua pertandingan tersebut, Persija berpeluang mengakhiri musim ini di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 71 poin.
“Akhir kata, kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan baik, setelah itu evaluasi dan pembenahan seluruh elemen, termasuk diri saya sendiri, untuk membuat hasil yang lebih baik lagi untuk Persija!,” tutup Ridho. (zak)











