Berita Bekasi Nomor Satu

Server SPMB Kota Bekasi Eror di Hari Pertama Pendaftaran, Orangtua Minta Bantuan ke Sekolah

Suasana loket pelayanan SPMB di SMPN 2 Kota Bekasi, Senin (29/6). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Server Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bekasi 2026 eror pada hari pertama pendaftaran, Senin (29/6). Akibatnya, sejumlah orangtua calon siswa kesulitan mengakses akun SPMB untuk mendaftarkan anaknya ke jenjang SD dan SMP negeri hingga sore hari.

Kondisi itu membuat orangtua kelimpungan kemudian mendatangi sekolah untuk berkonsultasi sekaligus meminta bantuan teknis kepada petugas posko pelayanan SPMB. Seperti terlihat di SMPN 2 Kota Bekasi, sejumlah orangtua calon pendaftar hilir mudik sejak pagi.

Salahsatunya Kiki (43), datang ke sekolah sekitar pukul 08.30 WIB untuk meminta bantuan teknis mendaftarkan anaknya ke SMPN 2 Kota Bekasi.

“Karena saya kan kurang pintar main HP, jadi lebih baik langsung ke petugas sekolah. Jadi enak kalau kata petugasnya besok ya besok, kalau sekarang ya sekarang, itu lebih jelas menurut saya,” katanya.

Namun, pagi itu upayanya belum berhasil lantaran tidak bisa masuk ke akun anaknya. Setelah menunggu cukup lama, ia memilih pulang pada pukul 10.30 WIB sebelum akhirnya kembali ke sekolah sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah berulang kali mencoba masuk ke akun SPMB melalui telepon pintarnya, Kiki akhirnya berhasil mengakses sistem sekitar pukul 13.30 WIB.

“Lama-lama pas dibiarin tau-taunya masuk. Kalau sudah begini kan kita nggak kepikiran lagi bolak-balik ke sekolah,” ucapnya.

Tak lama setelah berhasil memilih sekolah tujuan, Kiki meninggalkan sekolah dengan membawa bukti pendaftaran anaknya. Selanjutnya, ia tinggal memantau proses seleksi secara berkala.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Kota Bekasi, Munajam, membenarkan sejumlah orangtua datang langsung ke sekolah sejak pagi. Menurutnya, sekolah telah menyiapkan ruang pelayanan bagi orangtua calon pendaftar yang telah beroperasi sejak masa pra-pendaftaran.

“Pantauan saya dari pagi ada orangtua yang memang datang, tapi cenderung memang tidak menumpuk banyak,” katanya.

Pihak sekolah telah menerima informasi gangguan server SPMB pada hari pertama ini. Untuk itu, pihak sekolah menyiagakan petugas di ruang pelayanan untuk menerima orangtua calon pendaftar yang datang ke sekolah.

Gangguan server kata dia, dimungkinkan terjadi lantaran traffic pengunjung yang padat. Ia memastikan semua pendaftar akan terlayani.

“Pada dasarnya semua akan terlayani, tidak akan ada yang ketinggalan,” tambahnya.

Diketahui, tahun ini SMPN 2 Kota Bekasi membuka penerimaan siswa untuk 10 rombel atau kelas. Berbeda dengan Kiki yang datang langsung ke sekolah, orangtua yang akan mendaftarkan anaknya ke sekolah tujuan secara online dari jarak jauh belum berhasil hingga Senin sore sekira pukul 15:00 WIB. Hal itu disampaikan oleh Warga Jatiasih, Faruq Arfiansyah (39).

Ia menceritakan keponakannya belum berhasil mendaftar ke sekolah tujuan. Keponakannya akan mendaftar lewat jalur mutasi, semua berkas telah lengkap dan tak mengalami kendala pada saat prapendaftaran.

“Nah sekarang pas pra pendaftaran dari pagi nyoba selalu gagal, dibilang email salah, NIK salah, begitu,” ucapnya.

Jika kondisi ini berlanjut sampai hari pertama pendaftaran ditutup, menurutnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi perlu mempertimbangkan perpanjangan waktu pendaftaran. Menurutnya, pemerintah perlu menguatkan mitigasi server SPMB yang kerap bermasalah pada hari pertama pendaftaran.

“Selain fokus pada kebijakan, Stakeholder juga harus fokus pada sistem yang akan diserbu, setidaknya seberapa siap petugas yang ada untuk menjaga sistem tidak eror atau saat eror,” tambahnya. (sur)