Berita Bekasi Nomor Satu

Dewan Adelia Soroti soal Nakes Puskesmas Jutek: Gimana Pasien Nyaman?

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, mengaku beberapa kali menerima laporan warga terkait sikap sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas yang dinilai kurang ramah atau terkesan jutek saat memberikan pelayanan.

“Nakes-nakes di Kota Bekasi ini kadang-kadang saya mendapat laporan banyak nakes yang jutek-jutek,” ujar Adelia di gedung DPRD, Selasa (30/6).

Padahal, menurutnya, keramahan merupakan bagian dari standar operasional pelayanan (SOP) yang harus diterapkan agar pasien merasa aman dan nyaman. Ia pun menyoroti sikap tersebut.

“Padahal act of service dari para nakes ini juga SOP. Gimana pasien mau nyaman, ketika dia gak ngerasa aman?,” katanya

Selain menyoroti sikap tenaga kesehatan, Adelia juga mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja nakes di seluruh puskesmas. Desakan itu menguat setelah muncul rentetan persoalan pelayanan di dua puskesmas.

Kasus tersebut meliputi dugaan pemberian obat kedaluwarsa kepada pasien di Puskesmas Rawa Tembaga dan dugaan kesalahan pemberian vaksin kepada seorang bayi di Puskesmas Bintara Jaya. Menurut Adelia, dua peristiwa itu harus menjadi momentum untuk membenahi kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bekasi.

“Tadi saya titip ke Kepala Dinas Kesehatan bahwa apapun alasannya, walaupun bukan Kepala Puskesmas yang salah tapi tetap harus ada konsekuensi. Oleh sebab itu saya meminta evaluasi secara menyeluruh terhadap tenaga kesehatan Kota Bekasi. Serta berharap adanya tindakan tegas punishment kepada pelaku dan Kepala Puskesmas,” ujar Adel.

Adelia mengatakan, tenaga kesehatan yang diduga melakukan kesalahan dalam pemberian vaksin telah ditarik kembali ke Dinas Kesehatan untuk menjalani pembinaan. Sementara itu, proses penjatuhan sanksi terhadap kepala puskesmas masih dikaji oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Sudah ditarik lagi ke Dinkes, tapi dari kapusnya belum. Tapi memang sedang dikaji dari BKPSDM untuk langkah tindak lanjutnya,” ujar Adel. (zak)