Berita Bekasi Nomor Satu

DPRD Ukur Kesiapan Perusahaan untuk Wisata Industri

KUNJUNGAN: Jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi menyambangi PT Suzuki untuk meninjau kesiapan perusahaan sebagai salah satu destinasi wisata industri yang digagas Pemerintah Kabupaten Bekasi. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi meninjau sejumlah perusahaan untuk mengukur kesiapan pelaksanaan program wisata industri yang digagas Pemerintah Kabupaten Bekasi. Selain memastikan dukungan dunia usaha, DPRD juga mendorong perusahaan meningkatkan daya tarik agar mampu menjadi destinasi kunjungan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, mengatakan kunjungan lapangan tersebut difokuskan untuk melihat sejauh mana potensi wisata industri dapat dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Titik tekan kunjungan kemarin tentang wisata industri. Jadi kami melihat langsung bagaimana kegiatan pariwisata ini bisa meningkatkan potensi wisata sekaligus mendorong kunjungan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Ani kepada Radar Bekasi, Kamis (2/7).

Menurut Ani, program wisata industri merupakan inisiatif Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi. Program tersebut bukan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melainkan mendorong jumlah kunjungan wisatawan yang diharapkan berdampak pada sektor pendukung, seperti tingkat hunian hotel.

“Wisata industri memang bukan untuk peningkatan PAD, tapi untuk meningkatkan kunjungan, hunian hotel, seperti itu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya ingin mengukur seberapa efektif dan strategis konsep wisata industri diterapkan di Kabupaten Bekasi yang memiliki sekitar 7.000 perusahaan industri. Menurut dia, perlu diketahui berapa banyak perusahaan yang benar-benar siap menjadi destinasi wisata industri.

“Jadi titik tekan kunjungan sebetulnya dari 7000 industri, yang mau diangkat biar strategis berapa yang sudah membangun agreement (perjanjian), ternyata masih sedikit makanya harus kami dorong,” katanya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap sedikitnya 50 persen perusahaan industri di Kabupaten Bekasi dapat bersinergi dengan Dinas Pariwisata. Sinergi tersebut mencakup kesiapan menerima kunjungan, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP).

Dalam kunjungan ke PT Suzuki, Komisi II menilai perusahaan tersebut telah memiliki kesiapan untuk mendukung program wisata industri.

“Di Suzuki itu sudah punya kesiapan, dia memang sudah membuka untuk program itu. Kita minta industri juga harus meningkatkan performanya agar menjadi daya tarik dan bisa menjadi destinasi kunjungan,” pungkasnya. (pra)