RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Bekasi Utara kembali mengeluhkan kualitas air Perumda Tirta Patriot yang dinilai belum layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Meski sempat membaik usai viral di media sosial, air yang mengalir ke rumah warga masih berwarna kuning.
Akibatnya, sebagian warga terpaksa membeli air isi ulang untuk memasak hingga memandikan bayi.
Salah seorang warga, Aulia, mengungkapkan kondisi terparah terjadi pada 28 Juli lalu. Saat itu, air yang keluar dari keran berwarna cokelat pekat, berbau, dan menyerupai air sungai.
“Kalau tanggal 28 itu parah, airnya cokelat seperti ambil dari kali dan berbau. Sekarang memang sudah membaik, tapi masih kuning,” ujarnya, Rabu (29/7).
Menurut Aulia, air tersebut masih belum layak digunakan untuk memasak maupun kebutuhan bayi berusia empat bulan. Bahkan, saat dipakai untuk menyikat gigi, air masih meninggalkan sensasi seperti pasir di mulut.
“Untuk masak tidak layak. Kalau dipakai sikat gigi masih terasa seperti ada pasir,” katanya.
Karena itu, setiap hari ia membeli empat galon air isi ulang seharga Rp7.000 per galon atau sekitar Rp28.000 per hari. Air tersebut digunakan untuk memasak dan memandikan bayinya.
“Kalau untuk masak dan mandi bayi pasti pakai air isi ulang. Pengeluaran jadi bertambah,” ucapnya.
Ironisnya, di tengah kualitas air yang dikeluhkan, pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan air setiap bulan.
“Kami tetap bayar tagihan PAM, tidak pernah telat, meskipun kondisi air seperti ini,” ujarnya.
Aulia mengatakan persoalan air keruh bukan kali pertama terjadi. Gangguan serupa, menurutnya, sudah berulang kali dialami warga di sejumlah wilayah Bekasi Utara, termasuk kawasan Bulak Perwira.
“Sudah sering sekali terjadi. Bukan cuma sekali dua kali. Hampir seluruh Bekasi Utara merasakan hal yang sama,” katanya.
Selama gangguan berlangsung, warga mengaku belum menerima bantuan air bersih dari pemerintah daerah. Mereka berharap Perumda Tirta Patriot segera menyelesaikan persoalan tersebut agar kualitas air kembali normal dan kejadian serupa tidak terus terulang.
Aulia menambahkan, pihak Perumda Tirta Patriot sempat menghubunginya setelah keluhan tersebut viral di media sosial. Petugas meminta alamat rumah untuk melakukan pengecekan dan menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat proses perbaikan jaringan.
Meski demikian, hingga kini kualitas air dinilai belum sepenuhnya pulih. Selain masih berwarna kuning, air juga membuat kulit terasa gatal setelah digunakan untuk mandi.
“Kalau untuk anak-anak saya tidak menyarankan. Saya sendiri setelah mandi masih merasa gatal dan airnya tidak segar,” pungkasnya. (rez)











