Berita Bekasi Nomor Satu

Wajah Baru Pasar Cikarang Belum Bebas dari Tumpukan Sampah

MARAK SAMPAH: Kondisi bahu Jalan RE Martadinata sekitar Pasar Cikarang yang dipenuhi sampah sayur mayur di Cikarang Utara, Rabu (5/8). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wajah baru Pasar Cikarang yang kini lebih tertata ternyata belum sejalan dengan tingkat kesadaran sebagian pedagang dalam menjaga kebersihan. Di area depan bangunan yang baru direvitalisasi, tumpukan sampah masih terlihat berserakan, mulai dari pintu masuk hingga meluber ke badan jalan.

Pemandangan tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat penataan kawasan yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Terlebih, revitalisasi Pasar Cikarang sempat mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Emang enggak tahu ini dari dulu enggak berubah kelakukannya. Buang sampah seenaknya diri, padahal ini pasar udah mulai bener,” kata Rian (38), warga sekitar, Rabu (5/8/2026).

Rian yang kerap melintasi Jalan Nasional RE Martadinata, Cikarang Utara, mengaku tumpukan sampah hampir selalu menjadi pemandangan sehari-hari.

“Apalagi kalau pagi, beres orang jualan. Sisanya teh dibuang kemana bae, sampai ke tengah-tengah (jalan) sampah mulu. Jalan ya padet, ya sampah,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ikbal (39). Menurut dia, kondisi semrawut itu dipicu minimnya kedisiplinan pedagang serta terbatasnya fasilitas tempat pembuangan sampah di sekitar lokasi.

BACA JUGA: Wajah Baru Pasar Cikarang: Dinding Oranye, Pedestrian Mirip Jalan Braga

“Namanya orang jualan enggak mau ribet, main lempar aja sampah, ditumpukin dimana aja. Udah mungkin tempat sampahnya minim juga, jadi aja begitu,” ujar Ikbal.

Padahal, transformasi fisik Pasar Cikarang sebelumnya menuai apresiasi masyarakat karena kawasan tersebut tidak lagi terkesan kumuh. Namun, perubahan wajah pasar rupanya belum diikuti perubahan perilaku sebagian pedagang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah yang mendominasi berupa sisa sayur-mayur dan limbah aktivitas perdagangan yang diduga berasal dari lapak-lapak pedagang di luar area pasar. Sampah tersebut dibiarkan berserakan tanpa penanganan yang memadai.

Kondisi itu diduga bersumber dari aktivitas pasar tumpah yang beroperasi sejak malam hingga pagi hari di area luar pasar, mulai dari lahan parkir hingga memakan bahu Jalan Nasional RE Martadinata. Sejumlah pedagang juga kerap mengulur waktu berjualan sehingga jam operasional mereka berbenturan dengan puncak arus lalu lintas pada pagi hari. Akibatnya, kemacetan tidak hanya dipicu keberadaan lapak di bahu jalan, tetapi juga tumpukan sampah yang mengganggu akses kendaraan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Hasyim Adnan, mengakui masih banyak pedagang yang mengabaikan aturan kebersihan dan ketertiban meski imbauan telah berulang kali disampaikan. Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya setiap hari harus mengerahkan armada khusus guna mengangkut sampah di area luar pasar.

“Utamanya memang pedagang yang di luar, karena yang di dalam relatif sudah terlayani. Sedangkan yang di luar memang sebenarnya sudah bukan kendali kami, meski akhirnya kami yang tetap mengangkut sampahnya,” terang Hasyim.

Ia menyayangkan sikap tidak disiplin sejumlah oknum pedagang yang mencoreng wajah Pasar Cikarang yang telah dibenahi. Padahal, revitalisasi dilakukan untuk menciptakan pasar yang bersih, nyaman, dan tertata bagi pedagang maupun pembeli.

“Memang dengan masih adanya sampah jadinya sayang, padahal pasarnya udah dibenahi. Ini yang kami sesalkan. Dengan koordinasi terus kami harap ada perubahan terkait perilaku ini,” pungkasnya. (ris)