RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kasus kebakaran di Kabupaten Bekasi meningkat selama musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 83 kejadian kebakaran sepanjang Juli.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, mengatakan peningkatan kasus kebakaran cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Trennya naik terus. Biasanya seminggu cuma paling tiga kali (kebakaran). Nah cuaca kemarau ini memicu bertambahnya jumlah kejadian. Sebulan Juli ada 83 kejadian kebakaran,” ungkap Adeng, pekan kemarin.
Menurutnya, mayoritas peristiwa kebakaran selama kemarau didominasi kebakaran lahan atau ilalang kering yang tidak dirawat. Tingginya suhu udara membuat rumput liar dan ilalang menjadi sangat mudah terbakar, bahkan hanya karena kelalaian kecil.
Ia membeberkan, di tengah kondisi terik seperti saat ini, potensi munculnya titik api sangat tinggi. Lemparan puntung rokok yang masih menyala pun dapat memicu kebakaran di area lahan kering.
Meski sebagian besar titik awal api berada di lahan kosong, lanjut Adeng, pihaknya tetap menaruh kewaspadaan penuh agar kobaran api tidak meluas ke permukiman warga. Peristiwa perambatan api ke bangunan rumah tercatat sudah mulai terjadi di beberapa titik wilayah.
“Itu yang kita khawatirkan, merembet sampai ke rumah. Kemarin ada di Tarumajaya, di Babelan,” tutur Adeng. (ris)











